11 Januari 2008
KS naikkan harga bahan baku tabung baja 30%

JAKARTA: PT Krakatau Steel (Persero) akan menaikkan harga bahan baku baja untuk pembuatan tabung elpiji mulai Januari sebesar 25%-30% menyusul lonjakan harga baja canai panas (HRC/hot rolled coUs) di pasar dunia.

Direktur Pemasaran PT KS Irvan Kamal Hakim mengatakan kenaikan harga itu tidak dapat dielakkan karena harga produk baja antara I (intermediate I) terus melambung, di mana sejak 8 Januari 2008 harga HRC menembus US$710 per ton.

Menurut Irvan, saat ini sudah tidak mungkin lagi produsen baja menggunakan daftar harga bahan baku tabung baja sesuai yang tertera dalam komitmen harga pada 2007, sebab kondisi sekarang sudah jauh berbeda dibandingkan dengan tahun lalu.

"Kenaikan harga HRC ini merupakan indikasi yang paling bisa dipegang sehingga kenaikan harga produk akhir, termasuk bahan baku tabung elpiji, bisa mencapai di atas 25%," kata Irvan, kemarin.

Pada Maret 2007, misalnya, harga HRC masih berada di kisaran US$596 per ton. Bahkan, harganya sempat turun hingga US$550 per ton pada Juli 2007. Namun, memasuki akhir 2007, harga kembali melonjak menjadi US$610 per ton. Mengingat pada 2007 harga HRC belum setinggi tahun ini, harga yang ditawarkan KS kepada kalangan produsen tabung gas, relatif masih murah. Harga baja jenis SG-295 salah satu jenis HRC untuk pembuatan tabung gas hanya dipatok Rp6.000 per kg. "Namun, komitmen harga itu hanya berlaku untuk keperluan pengadaan tabung pada 2007," ujarnya.

Tembus US$710/ton Memasuki 2008, lanjut dia, harga HRC yang telah menembus US$710 per ton diprediksi masih akan kembali melambung menjadi US$800 per ton pada pertengahan tahun.

"Kenaikan itu dipicu lonjakan harga bijih besi (iron ore) dan biaya transportasi (freight cost] akibat kenaikan harga minyak mentah dunia," ujar Irvan.

Di tengah kondisi itu, kata Irvan, perseroan akan sangat kesulitan bila tidak menaikkan harga jual produk karena kenaikan itu secara otomatis akan memperbesar struktur biaya produksi.

"Ada yang tidak logis dari produsen tabung. Di saat harga baja naik, justru di antara mereka ada yang menawarkan harga lebih rendah dalam tender pengadaan tabung tahun ini, yakni dari Rp91.000 menjadi Rp90.000 per tabung. Semestinya, produsen tabung mengantisipasi kenaikan harga baja dengan tidak menurunkan harga saat tender," paparnya.

Tindakan kalangan produsen tabung gas itu dinilai Irvan sangat gegabah mengingat harga baja dunia sudah demikian tinggi.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T5 

 Dilihat : 3106 kali