04 Januari 2008
KS Tunggu Fluktuasi Harga Bahan Baku

DIREKTUR Marketing PT Krakatau Steel (persero) Irvan Hakim Kamal mengaku, pihaknya tetap menunggu fluktuasi tertinggi harga bahan baku iron ore untuk menetapkan harga ekspor terbaik. "Harga dasar ekspor HRC free on board FOB sekitar 680 dolar AS per ton. Untuk penjualan Maret belum berani kami putuskan karena harus melihat perkembangan harga bahan baku.dalam 1 minggu ke depan," kata Irvan di Jakarta, kemarin.

Harga FOB minimum, kata dia, sekitar 700-710 dolar AS. Namun untuk delivery Maret harga HRC bisa mencapai 725 dolar AS per ton FOB. " Ekspor KS pada dasarnya hanya untuk menjaga pasar, sementara komposisinya kurang dari 5 persen dari total produksi sekitar 2 juta ton," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Irvan mengungkapkan, mulai Januari 2008, pemerintah China akan semakin mengintensifkan kinerja industri hilir baja mereka dengan membatasi ekspor bahan baku di antaranya iron ore (bijih besi), kokas (coke), dan baja canai panas (HRC/hof rolled coils) untuk memacu ekspor ke kawasan Asia Amerika Latin, hingga Afrika.

Beberapa produk hilir baja China yang akan dipacu ekspornya terdiri dari komoditas industri intermediate III di subsektor lembaran (seng baja/BjLS, pelat timah, coafed steel jenis tertentu, profil, pipa las) dan di subsektor batangan (steel cord, pegas, spiral, kawat, paku, mur, baut, besi beton, hingga profil).

Asia Tenggara diperhitungkan menjadi salah satu wilayah tujuan ekspor yang cukup potensial mengingat tingkat konsumsi baja di kawasan ini terus tumbuh sekitar 7 persen pertahun.

Jika pemerintah tak responsif terhadap manuver China, kata Irvan, kinerja industri hilir baja nasional dikhawatirkan akan terguncang yang ditandai dengan penurunan tingkat produksi dan penjualan pada tahun ini. Pasalnya, optimalisasi ekspor produk hilir baja China ke Indone
sia pada 2008, diperkirakan dapat berakibat pada peningkatan impor baja hilir China antara 20-30 persen.
IU

Sumber : Rakyat Merdeka, Page : 20 

 

 Dilihat : 2987 kali