29 Dessember 2007
Depperin Dorong Impor HRC di Luar 5 Negara Dumping

JAKARTA. Departemen Perindustrian (Depperin) akan menelusuri dampak langsung terhadap sejumlah industri baja hilir, menyusul keluarnya keputusan Komite Anti Dumping (KADI) yang mengenakan bea masuk anti dumping (BMAD) baja canai panas (hot rolled coils, HRC) terhadap lima negara yakni India, Rusia, Taiwan, China, dan Thailand. Direktur Industri Logam Depperin Putu Suryawirawan mengatakan, analisis dampak dilakukan menanggapi kekhawatiran para produsen bahwa penerapan BMAD HRC akan memicu terjadinya lonjakan impor baja di sektor hilir.

Kalau nanti terbukti merugikan industri hilir, kami segera mengambil tindakan. Bisa dalam bentuk instrumen fiskal-misalnya dengan menaikkan bea masuk impor di sektor hilir," kata Putu, Jumat (28/12).

Mengingatkan Anda, pekan lalu KADI menjatuhkan sanksi BMAD terhadap 15 produsen HRC dari India, Rusia, Taiwan, China, dan Thailand. Besaran BMAD yang dikenakan bervariasi, mulai dari 296-49,61%. BMAD tertinggidikenakan kepada produsen asal India, yakni sebesar 49,61%.

Selain melakukan analisis dampak, Depperin juga akan mendorong produsen baja hilir untuk memanfaatkan pasokan HRC di luar lima negara yang terkena sanksi dumping. "Ada sekitar 100 negara penghasil HRC di dunia, tapi mengapa se: lama ini lima negara itu menjadi negara tujuan impor HRC terfavorit. Ini aneh," ujar Putu.

Beberapa negara yang potensial menjadi sumber pasokan HRC itu meliputi Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan. Selama ini, sumber HRC di luar lima negara yang terkena BMAD kurang dioptimalkan. Karenanya, tak heran bila pasokan HRC di Indonesia didominasi dari lima negara yang saat ini terkena sanksi BMAD tersebut.

Pada 2005, misalnya, pasokan HRC dari lima negara itu mencapai 590.000 ton atau 50% dari total kebutuhan HRC nasional. Padahal, lanjut Putu, impor dari luar lima negara itu cukup kompetitif mengingat jaraknya dekat dengan Indonesia, sehingga ongkos angkut impor relatif lebih murah.
Havid Vebri

Sumber :  Harian Kontan, Page : 18 

 Dilihat : 4630 kali