31 Dessember 2007
Kapitalisasi Pasar BUMN Turun

Kapitalisasi Pasar BUMN Turun JAKARTA (SINDO) - Kapitalisasi pasar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan. Kapitalisasi pasar dari 14BUMN Tbk sekitar 32,22% dari total kapitalisasi pasar BEI hingga akhir tahun ini. Tahun lalu, kapitalisasi pasar dari 12 BUMN Tbk memberikan kontribusi sebesar 36,82%.

"Secara persentase memang turun, tapi secara nominal meningkat tajam," kata Meneg BUMN Sofyan Djalil dalam konferensi pers akhir tahun 2007 di Jakarta kemarin. Nilai kapitalisasi 14 BUMNTbk mencapai Rp616,32 triliun. Tahun lalu, 12 BUMN Tbk menyumbang Rp452,69 triliun.
Dia menuturkan, turunnya nilai kapitalisasi pasar itu dikarenakan perusahaan swasta banyak yang mencatatkan saham di bursa tahun ini dan kapitalisasi pasar perusahaan swasta lainnya juga mengalami peningkatan.

Sofyan berharap, kapitalisasi pasar BUMN tahun 2008 dapat meningkat seiring dengan rencana privatisasi terhadap beberapa BUMN, khususnya yang melalui penawaran perdana saham (initial public offering/IPO).Kementerian Negara BUMN telah mengusulkan kepada Komite Privatisasi sebanyak 27 BUMN dan 1 perusahaan minoritas guna diusulkan kepada DPR untuk diprivatisasi. Selain melalui IPO, metode yang digunakan adalah strategic sales dan private placement.

Untuk setoran ke kas negara dari hasil privatisasi di APBN 2008 sebesar Rpl,5 triliun," ujarnya.Seperti diketahui, beberapa nama BUMN yang dilepas dengan metode IPO adalah PTPN III, PTPN IV, PTPN VH, PT Waskita Karya dan PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Sucofindo, PT Krakatau Steel. BUMN yang lain dilepas dengan strategic sales atau divestasi adalah PT Industri Sandang Nusantara, Kawasan Industri, Rekayasa Industri.
Kementerian Negara BUMN juga akan mempercepat pelaksanaan right sizing BUMN. Sofyan mengatakan, pembentukan holding BUMN perkebunan dan holding pertambangan akan dilakukan awal tahun 2008. Kebijakan right sizing itu dilakukan untuk mencapai jumlah BUMN ideal dalam jangka panjang, yaitu tahun 2015 diharapkan hanya ada 25 BUMN.

Kementerian Negara BUMN juga akan menjadikan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Pertamina, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi BUMN berdaya saing global dalam waktu dekat.Dari sisi kinerja, Kementerian Negara BUMN menargetkan laba sebelum pajak BUMN sebesar Rp105 triliun-Rp115 triliun atau naik Rp 10 triliun dari perkiraan tahun 2007. Sementara belanja modal (capital expenditure) pada 2008 ditargetkan sebesar Rp145triliun-Rp151 triliun, sedangkan operating expenditure ditargetkan Rp645 triliun-Rp650 triliun. (nunung ahniar)

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Page : 13 

 

 

 Dilihat : 2323 kali