29 Dessember 2007
2008: Penjualan BUMN Bisa Rp 1.000 Triliun

JAKARTA-Kementerian Negara BUMN menargetkan penjualan BUMN pada 2008 mencapai Rp 1.000 triliun, naik dari target 2007 sebesar Rp 820 triliun. Hal itu terkait peningkatan harga komoditas pertambangan dan perkebunan.

Tahun depan, menurut Meneg BUMN Sofyan Djalil, BUMN berencana membelanjakan modal (capex) Rp 145-151 triliun. "Kami juga menargetkan laba sebelum pajak bisa mencapai Rp 105 triliun," ujar dia ketika memaparkan . kinerja BUMN 2007 di Jakarta, Jumat (28/12).

Penyumbang penjualan masih didominasi oleh PT Pertamina, PT Bank Mandiri Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Hampir 90% penjualan dan 85% laba bersih disumbang hanya 25 BUMN dari 149 perusahaan milik negara ini.Dia mengakui, laba sebelum pajak BUMN sepanjang 2007 naik sekitar Rp 10 triliun dari tahun sebelumnya dan meningkat 67% dari 2005.Belanja operasi (opex) BUMN 2008 ditargetkan mencapai Rp 645-650 triliun atau bertumbuh sekitar 263% dari 2005.

Menyangkut kapitalisasi pasar BUMN di Bursa Efek Indonesia (BEI), dia menjelaskan, BUMN menguasai 32,2% kapitalisasi pasar di BEI dengan nilai mencapai Rp 616 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp 452,69 triliun.

Peningkatan didorong oleh privatisasi tiga BUMN sepanjang tahun ini. Di antaranya, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Jasa Marga Tbk, dan PT Wijaya Karya Tbk.

Dia menambahkan, saham BUMN tetap menjadi target investasi sejumlah investor. Meski demikian, komposisi kapitalisasi pasar. BUMN di BEI 2007 sedikit menurun menjadi 32,2% dari 36,82% dari keseluruhan kapitalisasi pasar bursa.

"Persentase kapitalisasi saham BUMN turun akibat banyaknya IPO saham di BEJ sepanjang 2007. Namun, nilai kapitalisasi pasar BUMN meningkat menjadi Rp 616 triliun," ujar Sofyan.

Dividen Diturunkan Sofyan mengatakan, dalam beberapa tahun mendatang rasio dividen (pay out ratio) BUMN akan diturunkan guna mendorong peningkatan investasinya. "Kami menargetkan BUMN menjadi vehicle penggerak pembangunan ekonomi di Indonesia. Semakin lama diharapkan dividen BUMN harus mengecil," ujarnya.

Dia menilai, pendapatan pemerintah dari BUMN cukup dari pembayaran pajak. Pasalnya, semakin tinggi investasi dan kinerja BUMN tentu mendorong peningkatan pajak bagi pemerintah. Program ini telah dilaksanakan sejumlah negara guna memperbesar perusahaan milik negaranya. Target dividen BUMN dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008 turun menjadi Rp 23,40 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 23,80 triliun. Menurut dia, penurunan dividen ini dinilai belum optimal mendorong ekspansi perusahaan milik negara itu.

Menurut dia, penurunan target dividen ini tidak akan memengaruhi performa saham BUMN di pasar modal. Laba bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen justru meningkatkan nilai perusahaan dengan terbukanya peluang ekspansi lebih besar. "Kalau return harga saham lebih tinggi dibandingkan obligasi negara, maka perusahaan tidak membayarkan dividen akan lebih bagus," ujar Menneg BUMN.

Dia menambahkan, pihaknya akan memperjuangkan perolehan dana privatisasi BUMN tidak digunakan menutupi defisit APBN. Penggunaan dana dinilai lebih optimal bagi pengembangan usaha perusahaannya, sehingga kinerjanya terus bisa membaik. APBN 2008 menetapkan setoran privatisasi BUMN mencapai Rp 1,5 triliun naik dibandingkan tahun ini sebesar Rp 3,13 triliun.

Privatisasi Kementerian Negara BUMN meminta persetujuan komite privatisasi terhadap 28 BUMN untuk tahun 2008. Privatisasi akan dilakukan lewat pasar modal dan divestasi seluruh kepemilikan saham pemerintah kepada investor strategis.

Sejumlah BUMN yang sudah mendapatkan persetujuan komite privatisasi adalah PT Perkebunan Nusantara III, IV, VII. PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Krakatau Steel, dan PT Sucofindo. Sementara itu, BUMN bergerak di sektor perindustrian, seperti Kawasan Industri Jakarta, Jakarta Industry Real Estate, kawasan industri Medan, Semarang, Makassar, dan Surabaya.

Sofyan menambahkan, Pertamina juga sudah siap memasuki bursa tahun 2008. Pihaknya akan mengusulkan rencana penawaran umum perdana saham Pertamina kepada komite privatisasi dalam waktu dekat. Meskipun, perusahaan menjalankan tugas sebagai public service obligation (PSO).

Komite privatisasi masih akan melanjutkan sidang lanjutan privatisasi BUMN pada 4 Januari 2008. Pembahasan menyangkut privatisasi BUMN sektor keuangan. Pemerintah segera mengajukan BUMN ini kepada panitia kerja privatisasi DPR guna mendapatkan persetujuan pada awal tahun 2008 setelah peraturan pemerintah (PP) privatisasinya dikeluarkan Januari 2008. (ci 18)

Sumber : Totok Subagyo Investor Daily Indonesia, Page : 1 


 Dilihat : 3279 kali