27 Dessember 2007
Privatisasi Lewat IPO Lebih Menguntungkan

JAKARTA-DPR menilai privatisasi BUMN melalui penawaran umum perdana (IPO) saham lebih menguntungkan negara dibandingkan metode lainnya. Mekanisme pelapasan saham itu dianggap lebih efisien terutama bagi BUMN besar Anggota Komisi VI DPR Refrizal menjelaskan privatisasi melalui bursa saham akan lebih bagus bagi BUMN yang ditargetkan sebagai pemain global.

"Kalau BUMN tersebut disiapkan sebagai pemain global, arahnya harus melalui penawaran umum perdana saham di bursa," ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (26/12).

Menurut Refrizal, DPR akan mempertimbangkan kemungkinan dilusi saham pemerintah dalam memberikan persetujuan privatisasi BUMN. "Kami meminta agar tidak ada pengurangan saham pemerintah secara besar-besaran bagi BUMN berkinerja bagus dan yang bertugas melayani masyarakat," tuturnya.

Mengenai kemungkinan DPR menolak usulan privatisasi 28 BUMN tahun depan, Refrizal belum bersedia memastikannya. Persetujuan privatisasi itu akan dibahas secara komprehensif oleh panitia kerja (panja) privatisasi di Komisi VI DPR.

"Kami akan meminta alasan pemerintah memprivatisasi 28 BUMN tersebut. Kamijuga akan meminta alasan pemerintah melakukan divestasi seluruh sahamnya di BUMN kawasan industri," ujar Refrizal.

Sejumlah BUMN yang sudah mendapatkan persetujuan Komite Privatisasi adalah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, PTPN VII, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Krakatau Steel, dan PT Sucofindo. Sedangkan BUMN bergerak di sektor perindustrian seperti Kawasan Industri Jakarta, Jakarta Industry Real Estate, perusahaan pengelola kawasan industri di Medan, Semarang, Makassar, dan Surabaya.

Sofyan mengatakan, pemerintah akan melepas kepemilikan saham pada sejumlah BUMN tersebut lewat IPO maksimal 40%. "Seluruh dana akan dimanfaatkan bagi pengembangan usaha BUMN. Sisanya, sebagian kecil dialokasikan sebagai setoran privatisasi untuk APBN 2008," tuturnya, (hut)

Sumber :  Investor Daily Indonesia, Page : 16 

 Dilihat : 3066 kali