27 Dessember 2007
Krakatau Kaji Masuk Malaysia

JAKARTA PT Krakatau Steel mengkaji tawaran Grange Resources, perusahaan asal Australia, berinvestasi pada pabrik pengolahan palet baja di Malaysia. "Tawaran investasi ini masih secara umum. Dalam dua atau tiga bulan akan ada penjelasan lebih detail," kata Direktur Utama Krakatau Steel Fawzar Bujang kepada Tempo di Jakarta kemarin.

Grange Resources belum secara detail menyebutkan nilai investasi dan kepemilikan saham yang ditawarkan kepada Krakatau Steel. Kapasitas produksi Grange sebesar 6 juta ton baja per tahun.

Investasi Grange di Kemaman, Terengganu, Malaysia, diperkirakan mencapai US$ 550 juta. Pabrik pengolahan baru akan mulai berproduksi pada 2010 dengan kapasitas pabrik sekitar 3,5-6,8 juta ton per tahun.

Selain untuk kebutuhan pasar di Malaysia, pabrik pengolahan baja di negeri jiran tersebut rencananya akan memasarkan palet baja ke India, Timur Tengah, dan Indonesia, termasuk memasok baja spons kepada Krakatau Steel. Selama ini produsen baja milik pemerintah itu mengimpor baja spons dari Malaysia sebanyak 150 ribu ton per tahun. Krakatau Steel mampu memproduksi baja spons sebanyak 1,35 juta per tahun, masih lebih rendah dari kebutuhan pasar sebanyak 1,5 juta per tahun.

Sebelumnya, Krakatau mempertimbangkan untuk mengakuisisi Perwaja Steel Sdn. Berhad, perusahaan penghasil baja di Malaysia. Rencana akuisisi akan dilakukan Krakatau Steel untuk menjamin pasokan palet biji besi.

Krakatau Steel membutuhkan palet biji besi impor sebanyak 2,5 juta ton setiap tahun. Pabrik baja dunia mendapatkan pelet biji besi dari Amerika Latin, seperti Brasil.

Namun, perusahaan manufaktur Malaysia menggunakan scrap dari Amerika dan Eropa untuk membuat baja. Hanya dua perusahaan yang mengimpor pelet biji besi dari Brasil.
YULIAWATI | AAP NEWSWIRE

Sumber : Koran Tempo, Page : B2 

 Dilihat : 2801 kali