27 Dessember 2007
KS-Antam Tunjuk Bank Mandiri Danai Pabrik Bijih Besi di Kalsel

JAKARTA - PT Krakatau Steel (KS) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjuk Bank Mandiri sebagai lembaga perbankan yang akan membiayai proyek patungan pembangunan pabrik pengolahan bijih besi di Batulicin, Kalimantan Selatan. Pembangunan pabrik pengolahan bijih besi ini membutuhkan dana sebesar 65 juta dolar AS.

Direktur Utama KS, Fawzar Bujang, menuturkan proyek patungan tersebut selain akan dibiayai dari internal KS dan Antam, juga dari pinjaman bank. Proyek patungan ini, jelas dia, rencananya' sebesar 30 persen akan didanai dari ekuitas, dan 70 persen dari pinjaman bank.

Sejumlah bank sebelumnya diketahui berminat mendanai pembangunan pabrik pengolahan bijih besi, antara lain Bank Mandiri, BNI, dan Hongkong Shanghai Banking Corporation (HSBC). Sementara untuk pembiayaan internal, sebagian besar akan didanai oleh KS.

"Kita sudah memperoleh pinjaman dari Bank Mandiri," ujar Fawzar di Jakarta, Rabu (26/12). Namun demikian, ungkapnya, hingga kini pihaknya masih melakukan negosiasi dengan bank pelat merah tersebut.

Pabrik pengolahan bijih besi patungan tersebut, lanjut Fawzar, diharapkan sudah bisa melakukan uji coba produksi pada Maret 2008 mendatang. Jika uji coba produksi ini berhasil, maka kedua BUMN tersebut, menurut Fawzar, akan segera menandatangani kesepakatan pembentukan konsorsium perusahaan yang nantinya akan menangani proyek tersebut.

"Setelah itu kita harapkan pada Juni 2008, kita sudah bisa melakukan peletakan batu pertama untuk proyek ini," tambahnya.

Untuk pasokan bahan baku pabrik pengolahan bijih besi ini, kedua BUMN ini berencana menggandeng pemilik kuasa pertambangan (KP) yang ada di wilayah Kalimantan Selatan. Pada tahap awal, pabrik pengolahan bijih besi tersebut hanya berskala kecil dengan kapasitas 300 ribu ton per tahun.
Kerja sama investasi Dalam kesempatan sama, Fawzar menuturkan pihaknya mendapatkan tawaran dari perusahaan tambang asal Australia, Grange Resources, untuk turut.' berinvestasi dalam pabrik pengolahan palet baja. "Tawaran investasi masih secara umum, dalam dua ataii tiga bulan akan ada penjelasan lebih detail," ujarnya.

Ajakan kerja sama dari Grange Resources, ungkap dia, sebagai alternatif lain, selain rencana akuisisi perusahaan baja asal Malaysia, Perwaja Steel Sdn Bhd. Sebelumnya, KS mempertimbangkan langkah akuisisi Perwaja. Langkah ini diambil Krakatau untuk menjamin pasokan palet biji besi yang selama ini didapatkan lewat cara impor. Rencana akuisisi akan dilakukan perseroan sebelum tahun 2013. Saat itu, targetnya perusahaan mampu memproduksi sekitar 10 juta ton.

Grange Resource, tambah Fawzar, belum secara detail menyebutkan nilai investasi dan kepemilikan saham yang ditawarkan kepada KS. Namun demikian, jelasnya, kapasitas produksi perusahaan Australia itu mencapai 6 juta ton baja per tahun.

Sumber : Republika, Page : 14 

 Dilihat : 2326 kali