27 Dessember 2007
Berlomba menjual Masa Depan

Hampir semua BUMN kini banyak melakukan program restrukturisasi. Apabila restrukturisasi sukses dilaksanakan, perusahaan diharapkan meraih profit, sehingga dilanjutkan dengan program privatisasi. Pt mampu menyakinkan calon investor di bursa bahwa BUMN yang dikelola memiliki prospek masa depan yang bagus.


Dalam bukunya Attracting Investors: A Marketing Approach to Finding Funds for your,Hermawan Kartajaya, Philip Kotler, David Young dari INSEAD, menulis bagaimana seharusnya perusahaan memasarkan diri ke pasar modal dalam mendapatkan dana dari para investor. Terkait dengan buku Markplus tersebut, Associate Partner, Markplus &Co, Yuswohadi dalam tulisannya di Business review, secara rinci menjelaskan, perusahaan tak hanya cukup memasarkan dirinya ke pasar komersial (commercial market), tetapi juga ke pasar tenaga kerja (competency market), dan pasar modal (capital markei).

Jadi perusahaan tak hanya cukup berkompetisi untuk mendapatkan pelanggan terbaik, tapi juga SDM terbaik dan pemilik modaL terbaik. Agar sukses memasarkan BUMN di pasar modal, pengelola BUMN harus mampu meyakinkan si investor di bursa bahwa BUMN yang dikelola memiliki prospek masa depan yang bagus. Kalau dikaitkan dengan rencana pemerintah melakukan privatisasi 16 BUMN di tahun 2008, maka jawaban yang dinantikan adalah bagaimana prosopek masa depan bagi BUMN tersebut sehingga sahamnya diminati.

Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan, tujuan dari perusahaan BUMN yang akan go public tersebut untuk memperbaiki struktur BUMN itu sendiri, dan menciptakan suasana pasar modal Indonesia yang likuid. "Mudah-mudahan semua investor bisa dan memanfaatkan .momentum baik ini." jelasnya.

Pada2OO8 pemerintah berencana"men jual" 16 BUMN. Di antaranya PT Asuransi Jasa Indonesia 0asindo), PT Krakatau (KS), PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Semen Baturaja, Sucofindo, Surveyor Indonesia, Waskita Karya,dan beberapa BUMN lainnya. Sementara Perum Pegadaian sebelum dilakukan IPO, terlebihdahulu dilakukan perubahan bentuk hukum.

Prosek Bisnis BUMN Menneg BUMN Sofyan Djalil mengibaratkan rencana privatisasi PT Krakatau Steel, seperti goyang poco poco. "Ya, rencana privatisasi KS itu dua langkah maju, dua langkah mundur. Seperti goyang poco-poco, "cetusnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI, bulan lalu.

Rencana privatisasi KS memang sudah lama didendangkan. Direktur Utama PT KS, Fazwar Bujang mengatakan, untuk mendukung IPO, manajemen akan melakukan restrukturisasi dan meningkatkan kinerja perseroan. Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperbesar investasi perseroan dan juga mendukung proses modernisasi pabrik dan mesin yang akan dilakukan oleh perseroan. "Untuk modernisasi diperkirakan butuh dana sekitar 130 juta dolar AS. Itu untuk modernisasi fasilitas pabrik mulai dari iron waking, steel making, Rolling mill, sehingga kita bisa memperbaiki daya saing konsumsi energinya menjadi lebih efisien, kualitas dan produktivitas lebih baik," jelasnya.

Manajemen KS mengatakan akan berinvestasi membangun pabrik pengolahan biji besi di Kalimantan Selatan (Kalsel) senilai Rp 600 miliar. Pembangunan pabrik yang akan memproduksi bijih besi dalam bentuk spoon iron. Lokasi bahan baku pembuatan baja tersebut ditetapkan di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Untuk bidang survey, PT Surveyor Indonesia dan PT Sucofindo juga dipersiapkan untuk dilepas ke publik pada tahun 2008. Surveyor adalah perusahaan berbasis survey dan inspeksi. Pekerjaan yang dilakukannya adalah memberikan konsultasi dan pelatihan-pelatihan ke perusahaan-perusahan yang akan menerapkan manajemen mutu. Perusahaan yang berdiri sejak 1 Agustus 1991, ini, didukung dengan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya. Didie B. Tediosumirat bercita-cita, agar menjadi yang terbaik di bidangnya di tahun 2010. Hal itu didukung dengan prospek bisnis Surveyor Indonesia. Apalagi pekerjaannya terus mengalir, baik dari pemerintah maupun swasta. Apalagi perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia cukup banyak, sehingga menjadi pasar empuk bidang survey dan inpeksi.

Demikian juga dengan PT Sucofindo. Setelah menguasai pangsa pasar dalam negeri, maka kedepan Sucofindo berencana untuk ekspansi ke kawasan Asean. "Prospek bidang migas, pertambangan, serta industri lainnya masih terbuka buat Sucofindo/'tandas Dirut Sucofindo Jafar Idham. Di tahun 2008 saja, Sucofindo bersama Polri menyusun sistem manajemen pengamanan, dengan sasaran untuk mengelola potensi ancaman sehingga dapat dicegah terjadinya potensi gangguan keamanan. Sucofindo sebagai perusahaan independent menjadi mitra bagi Polri dalam menerapkan sistem manajemen pengamanan dan sebagai auditor dalam sistem tersebut untuk industri pertambangan, telekomunikasi, perkebunan, migas, manufaktur,dan sebagainya.

BUMN konstruksi yang berkinerja baik dan juga diagendakan untuk di privatisasi tahun 2008 ialah PT Waskita Karya, Perusahaan ini tidak saja mengerjakan berbagai proyek raksasa dalam negeri tapi juga di berapa negara Timur Tengah. Barubaru ini, Waskita dinyatakan sebagai pemenang tender proyek pondasi dan gedung terminal Bandara Kualanamu Sumatera Utara yang dilaksanakan PT Angkasa Pura II. Adapun nilai kontrak untuk pembangunan tersebut sebesar Rp 125,7 miliar.

Untuk BUMN asuransi, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dinilai layak untuk melepas sahamnya ke publik pada tahun 2008. Pertumbuhan perusahaan ini, di beberapa tahun terakhir dinilai baik. Antara lain: pertumbuhan premi netto, pertumbuhan premi penutupan langsung,

pertumbuhan hasil investasi, pertumbuhan laba bersih, pertumbuhan hasil underwriting, Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Risk Based Capital (RBC), Total Asset Turn Over(TKTO), Pangsa Pasar, dan Rasio Hasil Underwriting Terhadap Premi Netto.

Kemudian, di dalam memenuhi visinya, Asuransi Jasindo mulai mengembangkan usahanya di pasar regional, melalui peningkatan pendapatan dari Kantor Cabangnya di Labuan, Malaysia. Kantor Cabang ini bekerja sama dengan broker-broker asuransi / reasuransi di negara-negara tetangga untuk menutup obyek-obyek yang berada di negara tsb. Menyadari posisinya yang sangat strategis, dengan terbukanya pasar asuransi minyak dan gas bumi sehubungan pelaksanaan UU No. 22 Minyak dan Gas Bumi tahun 2001, Asuransi Jasindo menyiapkan dengan matang kemampuan teknis dan finansialnya untuk menjadi pemain utama dan unggulan dalam sektor ini.

Kendati tidak disebutkan dalam agenda privatisasi tahun 2008, sebenarnya BUMN sektor keuangan, Perum Pegadaian terlihat paling siap untuk IPO. Tak salah apabila manajemen perusahan yang melayani masyarakat kepepet itu, berjuang keras untuk mereformasi Pegadaian dari perum ke Persero. Track record perusahaan itu sangat membanggakan. Di beberapa tahun terakhir pertumbuhannya di atas 25 persen. Kinerja operasionalnya yang diukur dengan omset selama 5 tahun, tumbuh rata-rata 22 persen.

Pertumbuhan omset tersebut menurut Direktur Perum Pegadaian Budiyanto, ialah, hasil program kerja dan strategi yang dilakukan, antara lain perusahaan melakukan ekspansi pelayanan ke berbagai daerah di Indonesia.
tanos

Sumber : Review, Page : 18 

 

 Dilihat : 3537 kali