26 Dessember 2007
SBY saksikan simulasi pasca tsunami

BANTEN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu pagi, menyaksikan peragaan dan simulasi penanganan pasca tsunami atau Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS) di Kawasan industri Ciwandan, Gunung Sugih, Rota Cilegon, Banten. Presiden .Yudhoyono didampingi sejumlah menteri, antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Menristek Kusmayanto Kardiman, Menhub Jusman Syafii Djamal, dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Peragaan penanganan gempa dan tsunami ini, menurut Ketua Satuan Pelaksana Penanganan Bencana (Satlak PB) Kota Cilegon, Edi Aryadi, di Cilegon, Banten. Selasa (25/12) sekaligus mengenang detik-detik gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 2004. Sebelumnya, peragaan gempa dan tsunami telah dilakukan di Padang. Sumatera Barat, pada 2005, dan Denpasar, Bali pada 2006.

Kunjungan Presiden ke Banten inf, kata Edi Aryadi, merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat dalam menanggulangi bencana alam di Indonesia akhir-akhir ini.

Menurut Edi, Pelaksanaan simulasi tsunami drill itu setidaknya bisa mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan terjadinya bencana. Apalagi daerah Cilegon yang berada di pesisir pantai Selat Sunda, diperkirakan sangat rentan terkena tusnami dan letusan anak Gunung Krakatau.

"Saya kira simulasi tsunami drill ini dapat memberikan pengetahuan dasar untuk penyelamatan dan evakuasi korban, agar selamat dari bencana tersebut," ujar dia lagi.

Dalam simulasi itu, juga akan menggambarkan peserta simulasi yang harus berlarian ke tempat pengungsian yang telah disiapkan setelah terjadi bencana tersebut, untuk menyelamatkan diri.
Simulasi juga akan memperagakan kesiagaan upaya evakuasi para korban untuk mendapat pertolongan dari tim gabungan Satlak PB yang melibatkan unsur TNI, tim medis, dan para sukarelawan. "Simulasi tsunami drill ini akan bermanfaat bagi masyarakat." tambah Edi.

Usai menyaksikan peragaan dan simulasi. Kepala Negara melakukan penanaman pohon di kawasan PT Krakatau Steel sebagai kelanjutan komitmen Indonesia mengatasi perubahan iklim dan dalam rangka pelaksanaan bulan Desember sebagai "Bulan Menanam dan Memelihara Pohon", (ips)

Sumber : Harian Terbit, Page : 1

 Dilihat : 3233 kali