26 Dessember 2007
Tancap Gas Sejak Kuartal Pertama 2008

Yura Syahrul, Nuria Bonita BERBEDA dengan tahun ini, tahun depan, para investor akan disuguhi saham-saham anyar dari perusahaan yang berebut untuk masuk bursa di awal tahun. Sudah ada beberapa perusahaan yang melansir rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di 2008.

Sebut saja PT Bekasi Asri Pemula Tbk yang akan memulai parade IPO ini dengan melepas 23,08% sahamnya di harga Rp 150 per saham. Kalau semuanya berlangsung mulus, perusahaan properti ini akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Januari 2008. Sehari berselang, PT Bank Ekonomi Raharja juga sudah bersiap melantai di bursa saham.

Alhasil, kalau tak ada aral melintang, ada enam perusahaan yang akan masuk bursa pada bulan pertama tahun depan. Bahkan, berdasarkan catatan KONTAN, ada 10 perusahaan yang berniat menggelar IPO di kuartal I 2008, Ini lebih baik dari tahun tahim 2007. Tahun ini, emiten pertama baru melaksanakan IPO pada akhir Mei 2007.

Namun, banjir IPO ini terjadi lantaran ada beberapa perusahaan yang gagal masuk bursa di akhir 2007. Di antaranya, PT Triwira Insanlestari dan PT Elnusa. Selain itu, ada perusahaan yang memilih menunda IPO pada tahun ini lantaran khawatir atas dampak krisis kredit di Amerika Serikat.

Lantas, bagaimana dengan kondisi di pertengahan tahun depan? Jangan khawatir, sepertinya perusahaanperusahaan sedang bernafsu melakukan ekspansi usaha dengan cara meraup dana publik. Tak ketinggalan, sahamsaham pelat merah bakal membanjiri bursa tahun depan.

Berdasarkan program divestasi badan usaha milik negara (BUMN) yang telah disusun pemerintah, ada sekitar 10 BUMN yang akan dilepas melalui IPO pada 2008.

Di antaranya PT Krakatau Steel, Bank Tabungan Negara (BTN), Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Semen Baturaja, Sucofindo, Surveyor Indonesia, dan Waskita Karya. "Mereka akan menyemarakkan 2008," kata analis BNI Securities, M. Alfatih. Meski tak sebesar Jasa Marga yang meluncur di bursa tahun ini, IPO Krakatau Steel dan BTN paling ditunggu pasar. Dengan catatan, pemerintah tak berubah pikiran lagi soal BTN. Maklum, rencana IPO bank pelat merah ini sudah menjadi lagu usang yang berkumandang setiap tahun.

Alfatih meramal, IPO perusahaan pelat merah baru marak pada kuartal II dan III 2008. Selain itu, dua raksasa tambang batubara, yaitu Adaro Indonesia dan Gunung Bayan, juga telah mengutarakan keinginan IPO di 2008.

Selain IPO, ada beberapa aksi korporasi yang layak disimak. Misalnya divestasi PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), anak PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Medco juga berniat mencatatkan saham Medco Global di bursa saham London. Investor juga masih menunggu akhir cerita keinginan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk mengakuisisi Herald Resources.

Sumber : Harian Kontan, Page : 5

 Dilihat : 2645 kali