24 Dessember 2007
Pertamina Tunjuk 18 Produsen Tabung Gas

JAKARTA Guna memenuhi keperluan tabung gas tahun 2008 mendatang, PT Pertamina (Persero) menunjuk 18 perusahaan sebagai pemenang tender pengadaan ta­bung gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg). Ke-18 perusahaan yang ter­pilih dari 22 produsen tabung gas itu akan memenuhi kebutuhan ta­bung sebanyak 8 juta unit untuk periode Januari-Juni 2008.

Ketua Umum Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab), Tjiptadi, me­nyatakan, dari 18 perusahaan pe­menang tender tersebut, 12 dian­taranya merupakan pemain lama di industri tabung baja nasional. "Enam pemenang lainnya merupa­kan pemain baru yang saya sendiri belum tahu berapa kapasitas pro­duksi mereka," ujar Tjiptadi di Ja­karta, Ahad (23/12).

Kebutuhan 8 juta tabung itu, ka­ta Tjiptadi, akan dipenuhi sesuai dengan kapasitas produksi yang dimiliki masing-masing produsen.Ia mencontohkan, PT Wika Intrade yang mendapatkan pesanan seba­nyak 600 ribu tabung, sementara pemenang lainnya PT Pelangi memperoleh pesanan 900 ribu unit.

Mengenai harga yang ditawar­kan, Tjiptadi mengungkapkan, dari 22 peserta yang ikut tender, dida­patkan penawaran harga terendah sebesar Rp 90 ribu per unit. Harga ini, menurut dia, lebih rendah di­bandingkan proses pengadaan ten­der 2007 sebesar Rp 91 ribu per unit. Dalam pengadaan tabung gas untuk periode Januari-Juni 2008, kata Tjiptadi, Pertamina lebih memperketat aturan pelaksanaan­nya. BUMN migas tersebut, mengharuskan para pemenang tender bisa memenuhi minimum 30 persen pesanan setelah dua minggu kon­trak berjalan.

Jika syarat minimum 30 persen pesanan ini tidak bisa dipenuhi, maka Pertamina akan mendiskua­lifikasi keikusertaan perusahaan yang bersangkutan. "Yang saya kha­watirkan, target itu tidak bisa di­penuhi enam pemenang tender yang merupakan pemain baru tersebut," ujar Tjiptadi. Ia menambahkan, untuk pengadaan tabung gas elpiji periode Juli-Desember 2008, Perta­mina akan melakukan tender tahap kedua pada Maret 2008 mendatang. Dalam tender tahap kedua ini, Per­tamina akan menenderkan peng­adaan 15 juta unit tabung.

Sementara Direktur Industri Logam Departemen Perindustrian (Deperin), Putu Suryawirawan, me­ngatakan, pihaknya telah mene­rapkan Standar Nasional Indone­sia (SNI) terhadap seluruh produk tabung, baik yang diproduksi di da­lam negeri maupun tabung impor, sesuai dengan ketentuan peraturan menteri perindustrian. Pember­lakuan SNI digunakan sebagai reg­ulasi teknis agar seluruh produsen dan importir untuk memproduksi barang sesuai ketentuan.

Sumber : dia Republika, Page : 14 

 

 Dilihat : 4207 kali