24 Dessember 2007
12 BUMN akan didorong IPO tahun depan

JAKARTA: Kementerian BUMN memproyeksikan sedikitnya 12 perusahaan milik negara yang akan dipersiapkan untuk menggelar penawaran saham perdana (initial public offering/lPO') pada 2008.

Rapat Komite Privatisasi (antarmenteri) yang dipimpin Menko Perekonomian Boediono Rabu pekan lalu, memutuskan untuk menggenjot privatisasi sejumlah besar BUMN pada tahun fiskal 2008.

Sekretaris Kementerian Negara BUMN Muhammad'Said Didu mengatakan Komite Privatisasi akan memfinalkan perusahaan yang akan dilepas pada rapat 4 Januari 2008.

"Kami akan rapat lagi untuk memfinalkan rencana privatisasi pada 2008," ujarnya kemarin. Segera difinalkan Dia memastikan jumlah BUMN yang akan diajukan untuk dilepas pada tahun depan mencapai 28 perusahaan. "Nanti angka finalnya setelah rapat terakhir dengan Komite Privatisasi."

Said menjelaskan metode privatisasi yang ditempuh ada beberapa cara seperti IPO, strategic sales atau akuisisi antarBUMN. Sebelumnya, Rapat Komite Privatisasi sebelumnya telah menyetujui BUMN yang diprivatisasi adalah PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) dengan metode IPO.

Selain itu, PT Djakarta Llyod, PT Bahtera Adiguna, dan PT Rukindo.Menurut rencana, 49% saham Jakarta Llyod akan diprivatisasi dengan metode penjualan strategis.

Selanjutnya, PT Bahtera Adiguna akan diakuisisi oleh PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Rukindo akan dimerger dengan PT Pelabuhan Indonesia.

Meneg BUMN Sofyan Abdul Djalil menjelaskan privatisasi dikecualikan untuk BUMN di bidang keuangan atau perbankan yang masih harus menunggu kajian tim teknis. Ini dikaitkan dengan kebijakan Bank Indonesia.

BUMN yang sudah pasti akan diprivatisasi a.l. BUMN Perkebunan (PTPN III, PTPN IV, PTPN VII), Pengelola Kawasan Industri (Jakarta, Medan, Semarang, Makassar, Surabaya), BUMN Perdagangan (Sucofindo), Krakatau Steel, dan BUMN Karya (Waskita Karya, Adhi Karya).

Privatisasi untuk BUMN Perkebunan akan ditempuh melalui mekanisme IPO dengan melepas kepemilikan maksimal 40% akan dimintakan persetujuan kepada DPR di kuartal l/ 2008 dengan harapan bisa segera dilakukan IPO.

Tiga BUMN perkebunan itu dipilih seTain karena 'kinerjanya yang bagus, harga-harga komoditas perkebunan sedang naik di pasar dunia dan karena itu bakal mendorong peningkatan nilai jual ketiga BUMN tersebut.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : B1 

 Dilihat : 3037 kali