24 Dessember 2007
Krakatau Steel Tertolong Pasar Lokal

JAKARTA. Produsen baja PT Krakatau Steel (KS) bolehlah tersenyum. Di saat ongkos angkut impor bijih besi mengalami lonjakan tinggi, berkah datang dari melambungnya permintaan baja di pasar domestik. Dirut PT KS Fazwar Bujang mengatakan, kenaikan permintaan itu dipicu karena mahalnya baja impor akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga baja lembaran panas (HRC) di pasar dunia, misalnya, sudah mencapai US$ 620 per ton.

"Kami terbantu dengan kenaikan permintaan baja di dalam negeri yang melonjak tajam," kata Fazwar ke KONTAN, Minggu kemarin. Menurut Fazwar, bila tidak ada lonjakan permintaan di pasar domestik, maka perseroan berpotensi mengalami kerugian serius. Pasalnya, fluktuasi harga minyak mentah dunia telah mengganggu kurs tukar rupiah terhadap dolar Amerika, sehingga memicu naiknya ongkos angkut bijih besi.

Nilai impor bijih besi dari Brazil, misalnya, mencapai US$ 70,2 per ton dari sebelumnya hanya US$ 30 per ton. "Sementara, sampai sekarang bijih besi ini masih kami impor sekitar 80%," imbuh Fazwar. Namun, naiknya ongkos angkut impor itu tidak sampai membuat perusahaan merugi karena adanya lonjakan permintaan di dalam negeri. Ketika memasuki semester II/2007, rata-rata penjualan bulanan meningkat signifikan di kisaran Rp 1 triliunRp 1,2 triliun. Puncak penjualan terjadi November senilai Rp 1,4 triliun. "Ini belum pernah terjadi dalam sejarah berdirinya KS," katanya.

Maka, KS optimistis tahun ini bisa meraup laba bersih Rp 368,7 miliar tahun ini. Hingga kuartal III/2007 laba bersih tersebut mencapai Rp 292 miliar. Jumlah itu sangat membantu keuangan KS yang tahun lalu rugi Rp 194 miliar. Fazwar menuturkan, pencapaian tersebut makin memantapkan rencana perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi untuk beberapa jenis seperti sponge, slab, billet, wire rod, dan (HRC).

Total kapasitas produksi keseluruhan ditargetkan menjadi 10 juta ton pada tahun 2013. Tahun ini, total volume produksi grup KS diproyeksikan dapat meningkat menjadi 6,12 juta ton atau naik 15,54% dibandingkan dengan 2006. Perseroan juga akan meningkatkan penjualan di pasar domestik pada 2007 menjadi Rp 11,57 triliun dari Rp 9,66 triliun pada 2006.

Sumber :  Harian Kontan, Page : 18 


 

 Dilihat : 2325 kali