28 Agustus 2007
Tata Steel Akan Lipat-duakan Produksi

NEW DELHI, Perusahaan baja India yang juga merupakan industri baja kelima terbesar dunia, Tata Steel, mengatakan akan melipatduakan produksi mulai 2015 mendatang. Selain untuk mengisi pasar baja dunia yang masih prospektif, pihak Tata menyatakan penambahan itu berkaitan dengan ulang tahun ke100 perusahaan.

Pernyataan tersebut dilansir pihak Tata, Ahad (26/8) lalu. Menurut Juru Bicara Tata, Sanjay Choudhry, mulai tahun 2015 itu pihaknya berharap bisa menambah produksi mereka sebesar 35 juta ton. Penambahan itu, kata Choudhry, akan menjadikan jumlah produksi baja mereka per tahun sebesar 61,1 juta ton. "Bahkan kami telah memiliki nota kesepahaman yang arahnya memang ke penambahan produksi itu," kata Choudhry kepada kantor berita AFP.
Bila rencana itu terlaksana, Tata kemungkinan akan mendominasi produksi baja dunia. Padahal, sebelum mengakui sisi produsen baja patungan Inggris-Belanda, Corus, senilai 13,7 miliar dolar AS, posisi Tata hanya merupakan pabrik baja ke-5 6 di dunia.. Akuisisi Corus yang selesai April lalu, yang kemudian membuat posisi Tata melompat ke lima besar dunia, dengan jumlah pegawai tidak kurang dari 87 ribu orang.
Saat menanggapi kemenangan mereka sat mengambil alih kepemilikan Corus, April lalu, pimpinan Tata Steel, Rajan Tata, menyebut akuisisi itu sebagai langkah visioner bagi India. "Ini merupakan langkah yang sangat visioner dan ini sangat menguntungkan bagi Tata dan India," ujar Rajan, saat itu. Lebih lanjut ia menyatakan, kemenangan Tata tersebut tidak sekadar langkah awal bagi industri India untuk berkiprah di pasar internasional. "Ini juga membuktikan bahwa perusahaan India pun bisa menjadi pemain tingkat dunia," kata Rajan, waktu itu. Corus sendiri meru
pakan perusahaan baja hasil perkawinan antara produsen baja Belanda, Hoogovens, dengan perusahaan Inggris, British Steel. Sebelum diambil Tata, sempat beredar kabar Corus akan dibeli produsen baja nomor satu di dunia, Arcelor Mittal. Perusahaan yang juga dipimpin pengusaha asal India, Lakshmi Mittal, itu merupakan pabrik baja terbesar.

Kabar terakhir soal Tata bergaung Juli lalu. Waktu itu Tata disebut-sebut berminat untuk membeli Jaguar dan Land Rover milik Ford Motor Corp. Saat itu harian Business Standard menulis bahwa bagian dari grup tersebut, Tata Motor, telah menunjuk penasihat untuk mengkaji sebuah ke
sepakatan rahasia dengan Ford. Mereka juga berusaha mengakses detil keuangan produsen kedua merek mobil yang mempekerjakan 19 ribu pega
wai di Inggris itu.

Sumber : Republika, 28 August 2007

 

 Dilihat : 3658 kali