17 Dessember 2007
Antidumping Baja Impor Tak Pengaruhi Pasokan Nasional

JAKARTA: Penetapan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap lima negara importir baja canai panas (hot rolled coil/HRC) tidak berhubungan dengan ketersediaan pasokan dan utilitas produksi HRC nasional. Sebab penetapan tersebut bukan pelarangan impor. Namun ini aturan main perdagangan internasional yang dijamin Article VI of GATT 1994 dan UU No 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo. Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 1996 tentang Bea Masuk Anti Dumping dan Bea Masuk Imbalan.

Hal ini disampaikan Direktur Marketing PT Krakatau Steel (KS) Irvan Kamal dan Anggota Komisi VI DPR Ario Bimo di Jakarta kemarin (16/12). Sebagaimana diketahui, bulan Desember 2007 adalah bulan terakhir bagi KADI untuk menentukan besaran BMAD yang akan dikenakan terhadap lima negara itu.

Sedangkan produk yang diduga dumping dalam kasus ini adalah HRC dengan kode HS 7208 yaitu 7208.10; 7208.25; 7208.26; 7208,27; 7208.36; 7208.37; 7208.38; 7208.39; 7208.90.

Sesuai pernyataan KADI pada media beberapa waktu lalu bahwa data dumping HRC valid, maka pemerintah tidak perlu ragu dalam menetapkan BMAD pada lima negara, yaitu Cina, Rusia, India, Thailand, dan Taiwan.
Data dari Departemen Perindustrian, volume impor kelima negara tersebut mencapai 450 ribu ton dari nilai impor nasional sebesar 1 juta ton. Volume ini diperoleh dari kapasitas produksi nasional sebesar 1,6 juta ton, sedangkan kebutuhan 2,6 juta ton per tahun. Tapi, kata Irvan Kamal, jumlah impor HRC dari negara tersebut melebihi 3 persen dari total impor yang masuk ke Indonesia untuk produk sejenis.

Sedangkan harganya terindikasi dumping dengan marjin dumping berkisar 0 persen sampai 56,5 persen. Bila kelak pemerintah menerapkan BMAD, kelima negara tersebut tetap diperbolehkan impor.
Anggota Komisi VI DPR RI Ario Bimo minta pada pemerintah memberlakukan aturan main perdagangan dengan fair. Kalau memang terbukti dumping, tidak perlu ragu bagi pemerintah memberlakukan BMAD. Bosa

Sumber : Republika, Page : 14 

 

 Dilihat : 2966 kali