12 Dessember 2007
Silo-Yiwan Pasok Bijih Besi Krakatau Steel

JAKARTA (Media): Dua produsen bijih besi domestik di Kalimantan Selatan (Kalsel), PT Silo dan PT Yiwan, akan menandatangani kontrak senilai US$222,7 juta dengan produsen baja nasional PT Krakatau Steel (KS).

Kontrak tersebut berisi jaminan pasokan bijih besi selama 15 tahun untuk memperlancar proyek pembangunan pabrik baja di Kalsel. Direktur Utama KS Fazwar Bujang mengatakan, dengan kontrak tersebut, KS d an Antam dipastikan akan mendapat pasokan bijih besi sebanyak 450 ribu ton per tahun untuk memproduksi baja kasar sebesar 300 ribu ton.

Total pasokan selama kurun waktu 15 tahun itu diperkirakan sekitar 6,75 juta ton."Pasokan bijih besi sudah didapat dari dua pemasok sekitar sana (Kalsel). Dan perlu diketahui, jaminan selama 15 tahun tersebut merupakan garansi minimum yang diminta KS," kata Fazwar di Jakarta, kemarin.

Fazwar mengungkapkan, pihaknya masih terus bernegosiasi untuk menentukan harga terbaik dalam kontrak tersebut. "Harganya nanti akan disesuaikan dengan harga pasar," imbuhnya, tanpa menyebutkan angka pasti.

Jika nilai kontrak tersebut mengacu pada ketentuan harga pada November, total nilai kontrak PT KS dengan dua perusahaan bijih besi diperkirakan antara US$202,5 jutaUS$222,7 juta.

Fazwar menambahkan, kesepakatan harga di dalam kontrak tersebut tidak termasuk biaya transportasi dan asuransi. "Kalau dibandingkan dengan freight (ongkos angkut) impor dari Amerika Latin ke (pabrik pengolahan KS) Cilegon sekarang sudah US$60 per ton. Nah, dari Kalimantan ke Cilegon tidak sampai US$8-US$10 per ton," paparnya.

Jaminan pasokan bijih besi itu dialokasikan untuk merealisasikan pembangunan pabrik di lokasi yang sama, bersama dengan BUMN pertambangan PT Aneka Tambang (Antam).

Data Departemen Perindustrian (Depperin) menyebutkan, Silo dan Yiwan telah berkomitmen memasok kebutuhan KS sebesar 450 ribu ton, selain untuk pasar ekspor. Total produksi bijih besi kedua perusahaan tersebut diperkirakan dapat mencapai 1,1 juta ton per tahun.

Realisasi pembangunan pada Pasokan bijih besi sudah didapat dari dua pemasok di sekitar Kalsel. pabrik baja senilai US$60 juta akan dilakukan melalui skenario quick win dengan menggandeng Antam. Penandatanganan kerja sama itu secara formal akan dilakukan pada Maret 2008 dan proyek diperkirakan selesai pada 2009.

Salah satu butir kesepakatan dengan Antam itu, ungkap Fazwar, menyebutkan Antam dan KS akan membentuk perusahaan baru dengan KS sebagai pemegang saham mayoritas. "Beberapa bank BUMN juga sudah siap mendanai proyek ini. Tetapi bisa saja 60% pendanaan diambil dari kas internal KS dan selebihnya melalui pinjaman bank," terangnya.

Dengan beroperasinya pabrik baru itu, KS diharapkan bisa mengurangi impor sehingga konsumsi baja domestik yang setiap tahunnya meningkat 8%-12% pun bisa tertutupi.

Sumber : Media Indonesia Page 9

 

 Dilihat : 2838 kali