16 Dessember 2007
Mencari Keuntungan

Tidak terasa pengujung tahun 2007 sudah tiba, banyak pebisnis yang sudah mempersiapkan rencana bisnis untuk 2008 baik dalam bentuk strategi, pemasaran, anggaran sampai rencana aksi detail yang harus dijalankan secara konsisten.

Ada juga pelaku bisnis yang sudah mempunyai rencana untuk ekspansi pada 2008. Para pebisnis berpendapat saat bisnis turun ada peluang untuk membeli atau memulai bisnis sehingga nanti pada saat ekonomi pulih maka mereka sudah siap meraih peluang yang muncul.

Indikator ekonomi makro tampak membaik, tetapi berbeda dengan sektor riil yang benar-benar menghadapi persaingan. Beberapa sektor industri tumbuh dan menawarkan sejumlah peluang. Mari kita mencoba melihat beberapa sektor industri yang masih mempunyai peluang baik.
Energi (minyak, gas, dan batubara)

Sektor ini semakin terbuka luas, dengan penawaran dari pemerintah untuk pengusaha dapat masuk ke sektor industri gas mulai dari hulu sampai ke hilir (filling station) sehingga memiliki rantai bisnis yang panjang, mencakup wilayah geografis Indonesia.

Efek berganda dari rantai bisnis ini panjang, tidak hanya para pemain di industri gas saja tetapi juga penunjang seperti rekayasa, konstruksi (sipil, baja, mekanik dan elektrik), fabrikasi bejana bertekanan (pressure vessel) juga teknologi informasi dan sektor produk konsumer yang bisa ditempatkan pada filling station.

Peluang dalam rantai bisnis gas memang panjang, tetapi harus didukung dengan regulasi yang matang dan konsisten supaya investor lebih mantap melakukan alokasi investasi ini.

Di samping gas, industri minyak menjadi sektor yang masih sangat potensial meskipun harus dengan investasi besar. Hal ini mengingat penawaran dan permintaan dunia tidak berimbang sehingga harga minyak dunia terus melonjak.

Di sisi lain yang tidak kalah lajunya adalah harga batubara yang mengimbangi kenaikan harga minyak bumi. Sektor pertambangan juga masiri menggiurkan dengan pertumbuhan dan modal kerja yang besar mulai dari pemilik konsesi, developer, kontraktor maupun pedagangnya Kelapa sawit Industri ini mengalami booming luar biasa dengan terbukanya pasar baru. Produk minyak kelapa sawit kini tidak hanya dikonsumsi untuk minyak goreng tetapi untuk menjadi bahan bakar menggantikan minyak bumi.

Dengan adanya peluang ini pasar bagi produk kelapa sawit mendadak melebar dan menyebabkan penawaran dan permintaan pincang. Dengan demikian perkebunan dan pengolahan kelapa sawit menjadi primadona.

Banyak perkebunan kelapa sawit yang ditawarkan di pasar tetapi hendaknya berhatihati karena banyak yang 'tidak beres'. Kalau usaha tersebut berjalan baik tentu sang pemilik akan mempertahankannya untuk menikmati booming ini.

Investasi di sektor ini terus dimasuki oleh pebisnis dengan modal besar untuk mendapatkan gam sampai mencapai titik jenuhnya. Ada yang sudah memulai lebih awal sehingga menikmati nilai bisnis berkali-kali lipat dari modal awalnya.

Pembangkit listrik Mengantisipasi adanya krisis energi terutama minyak bumi, sejumlah negara sedang memikirkan ulang pembangkit listrik mereka dengan mencari teknologi pengganti yang memungkinkan seperti PLTA, PLTB, bahkan tenaga matahari jika teknologi sudah memungkinkan untuk kapasitas tertentu.

Karena kebutuhan akan listrik mendasar bagi tiap manusia maka krisis sektor ini pasti akan memberikan peluang menarik. Efek berantainya juga akan tampak terhadap unit dalam pembangkit listrik yang harus menggunakan bahan bakar biodiesel, metanol yang dihasilkan dari perkebunan singkong dan jagung. Rekayasa dan kontraktor pembangkit listrik juga akan kejatuhan rezeki dengan rencana pembangunan pembangkit dengan total kapasitas 10.000 MW.
Bila Anda ingin membeli bisnis di atas ada beberapa faktor kunci adalah:
Citra merek.

Merek bisnis atau produk menjadi bagian daya jual yang penting untuk menghadapi persaingan yang cepat dalam iklim global sekarang ini. Rekam jejak menjalankan bisnis menjadi aset awal masuk dalam persaingan.
Prospek bisnis.

Prospek bisnis yang mendapat dukungan baik nasional maupun internasional akan menjadi peluang jangka panjang dari masingmasing bisnis. Sedangkan perubahan tren yang cepat harus mampu diantisipasi. Mulai diterapkannya business compliance secara internasional juga memengaruhi manajemen untuk membangun aset tak berwujud (intangible asset) yang harus dipenuhi.
Intangible assets v,

emampuan manajemen dalam mengelola aset berwujud menjadi kunci karena akan menentukan kemampuan menciptakan nilai tambah kepada pelanggan mereka. Pemikiran strategis yang fokus, terintegrasi, produktif menjadi landasan membangun desain bisnis. SDM yang mau dan disiplin dalam eksekusi strategi dan proses bisnis serta informasi teknologi untuk mempercepat proses bisnis mereka menjadi kunci selain budaya kerja yang diciptakannya agar produktif, sehat, serta beretika.

Tangible assets Tangible assets menjadi bagian dalam kemampuan'menghasilkan produk dan jasa yang efisien dan sekaligus meyakinkan pelanggan karena kita mempunyai show room yang dapat dilihat pelanggan. Pola pikir bahwa pabrik, workshop, armada angkutan, fasilitas gudang yang profesional menjadi sesuatu yang harus disimpan dan disembunyikan sudah ditinggalkan. Aset ini harus diekspos ke pelanggan.

Kesehatan bisnis Kesehatan bisnis mulai dari kontinuitas pendapatan, perolehan keuntungan dan arus kas yang sehat menjadi sorotan dalam melakukan akuisisi bisnis di berbagai sektor.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : 8 

 Dilihat : 4308 kali