15 Dessember 2007
Dari Alumunium, Kusen Cor Hingga Kusen Berbahan Plastik MAHALNYA harga kayu membuat orang lari ke bahan alternatif

Dari Alumunium, Kusen Cor Hingga Kusen Berbahan Plastik MAHALNYA harga kayu membuat orang lari ke bahan alternatif dalam membangun rumah. Saat ini, tren yang berkembang adalah penggunaan alumunium, stainless steel, plastik hingga UPVC sebagai kusen. Selain anti rayap dan tahan lama, bahan bahan non kayu kini makin beragam dan bisa dibentuk sesuai selera.

Ridwan Kamil, arsitek PT Urubane Bandung menjelaskan, bahan non kayu juga mudah dibersihkan. "Meski kayu masih" banyak yang pakai, tapi kusen ini makin ditinggalkan," ujar Ridwan.

Yang juga kini berkembang di masyarakat adalah kusen cor. Selain memiliki daya tahan yang juga lama, kusen ini mampu meminimalisasi pengeluaran dari sang pemilik rumah.

Dari namanya sudah bisa kita tebak, bahan baku utama kusen cor adalah campuran semen, pasir dan kerikil. Kusen cor ini umumnya digunakan untuk jendela dan pintu sekaligus. Namanya, kusen gendong.

Meskipun bahan bakunya dari semen, pembuatan kusen cor tidak tergantung pada musim tertentu. Artinya, meskipun di musim hujan, kusen cor bisa tetap dibuat. Bahkan, waktu pembuatan kusen cor juga tidak berbeda antara di musim kemarau atau musim hujan.
Penyebabnya, kusen-kusen cor tidak harus dikeringkan dengan sinar matahari. Dua hari saja sudah kering, selebihnya tinggal finishing.
Sama dengan kusen alumunium, kusen cor ini juga antirayap. Kata Ridwan, kusen cor juga lebih murah dibandingkan kusen alumunium atau kusen kayu.

Sebagai perbandingan, begini perhitungannya. Untuk kusen cor pintu tanpa variasi membutuhkan biaya sekitar Rp 50.000 per satu pintu. Sedangkan kusen kayu bengkirai mencapai Rp 150.000. Sedangkan kusen cor gendong harganya sekitar Rp 180.000 per potong . Semen
tara untuk kusen kayu bengkirai yang berfungsi sama dengan kusen cor harganya bisa sampai Rp 500.000.Namun kusen cor punya kele
mahan yakni jauh lebih berat dibandingkan kusen kayu. Apalagi dengan kusen alumunium.Kusen cor pertama "kali berkembang di Magelang Jawa Tengah. Karena banyak peminat, penjualannya tak hanya di Jawa Tengah, tapi sudah menyebar ke Semarang, Solo, Yogyakarta,
hingga Jawa Timur. Muty Linggawaty, arsitek PT Bumi Karya Persada menambahkan, selain ketiga jenis kusen itu, sudah muncul kusen jenis baru yang mulai marak digunakan. "Namanya kusen UPVC,"katanya.Asal tahu saja, kusen ini berbahan dasar plastik yang ringan namun memiliki kekuatan yang cukup lama dan antirayap.

Sumber : Abdul Wahid Fauzie Harian Kontan, Page : 24 


 

 Dilihat : 7402 kali