14 Dessember 2007
Cigading gerogoti pasar kargo umum Ciwandan1

Bisnis Indonesia JAKARTA: Pemerintah dinilai membiarkan persaingan tidak sehat antara Pelabuhan Khusus Cigading dan Pelabuhan Umum Ciwandan di Cilegon, Banten. Akibatnya, pasar kargo umum yang seharusnya dilayani Ciwandan beralih ke Cigading.

Syarief Usman, General Manager PT Pelabuhan Indonesia TI Cabang Ciwandan, mengungkapkan di kawasan Cilegon saat ini terdapat dua pelabuhan yang melayani kapal kargo umum, yakni . Pelabuhan Umum Ciwandan yang dikelola Pelindo II dan Pelabuhan Khusus Cigading yang dikelola oleh PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak perusahaan PT Krakatau Steel.

Menurut dia, Cigading sebenarnya dilarang melayani kargo umum, tetapi kenyataannya menerima pelayanan kapal kargo yang bukan untuk kepentingan sendiri. "Seharusnya Cigading baru bisa melayani kapal kargo umum bila Ciwandan tidak mampu lagi menampung kapal atau hanya bisa melayani limpahan dari pelabuhan umum melalui kerja sama dengan Pelindo II," katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Namun, lanjut Syarief, ketentuan itu tidak digubris karena Cigading meski tanpa kerja sama dengan Pelindo II tetap melayani kapal kargo umum, padahal fasilitas dermaga Ciwandan dalam kondisi kosong.

"Sebetulnya Pelindo II tidak keberatan adanya kompetitor, tetapi bersainglah dengan fair," tuturnya. Kalau Cigading memungut tarif di bawah ketentuan, kata Syarief, Ciwandan dipastikan tidak mampu bersaing dengan Cigading.

Sebagai contoh, tuturnya, Ciwandan memungut tarif untuk barang mengganggu, sedangkan Cigading tidak memungut tarif untuk pelayanan barang mengganggu itu.Dirut PT Krakatau Steel Fazwar Bujang yang membawahi PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), ketika dikonfirmasikan hal tersebut melalui pesan singkat (SMS), hingga berita ini diturunkan tidak memberikan jawaban.

Namun, Adelin Nasdion Agoes, Sekjen Asosiasi Pelabuhan dan Dermaga khusus Industri Indonesia (APDII), meminta pemerintah tegas dalam menentukan pengertian soal pelabuhan dan dermaga khusus.

Sumber : Aidikar M. Saidi Bisnis Indonesia, Page : L8

 Dilihat : 3118 kali