11 Dessember 2007
Krakatau Steel segera jadi perusahaan publik non-listed

Bisnis Indonesia JAKARTA: PT Krakatau Steel segera menjadi perusahaan publik yang tidak tercatat (non listed) di bursa pada pertengahan 2008, sementara penawaran saham perdana (initial public offering/WO) tetap direncanakan sesuai jadwal semula pada 2009.

Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan Kamal menuturkan Krakatau Steel sedang menjajaki proses menjadi perusahaan publik.

"Barusan [kemarin] kami bicara dengan Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan) tentang rencana menjadi perusahaan publik itu termasuk regulasinya," ujarnya seusai bertemu dengan Ketua Bapepam A. Fuad Rahmany, kemarin.
Menurut Irvan, rencana itu merupakan keinginan dari pemegang saham Krakatau Steel. Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya berusaha mendapatkan informasi terkait dengan proses itu.

Sejauh ini tim yang dibentuk Krakatau Steel terus melakukan kajian sehingga Irvan optimistis rencana itu dapat terlaksana.

"Pokoknya kami targetkan pertengahan 2008 nanti sudah jadi perusahaan publik dan IPO-nya 2009, Selanjutnya bergantung pada pemegang . sahamnya."

Sebelumnya, Meneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan penundaan IPO Krakatau Steel seiring dengan penyelesaian program restrukturisasi.
Namun, IPO anak perusahaan Krakatau Steel tetap berjalan sesuai rencana pada tahun depan.

Tunggu jawaban Terkait dengan rencana IPO salah satu anak usaha Krakatau Steel yaitu PT KHI Pipe Industri, Irvan mengatakan pi
haknya tengah menunggu jawaban dari Kementerian BUMN terkait dengan perlu tidaknya konsultasi ke pihak DPR.

Menurut dia, sebagai pemegang saham PT KHI dan PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa), Krakatau Steel sudah mengajukan surat permohonan konfirmasi perlu dan tidaknya konsultasi ke DPR kepada Menteri BUMN Sofyan Djalil.

''Surat sudah kami kirimkan pekan lalu. Kami belum tahu jawabannya, tunggu saja dari Pak Sofyan Djalil berupa dokuman formal yakni jawaban atas pertanyaan kami terhadap Kementerian BUMN," jelasnya.

Krakatau Steel, sambung Irvan, belum berani mematok waktu pelaksanaan IPO itu sebelum ada izin dari BUMN. "Tunggu izinnya dulu, baru kita bisa buat program kapan timingnya."Meskipun begitu, dia berharap izin dari Kementerian BUMN segera keluar paling lambat pada semester I tahuh depan.

Krakatau Steel menunjuk PT Trimegah Securities Tbk untuk menangani divestasi 35% saham anak perusahaannya, PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) dan PT Danatama Makmur sebagai penjamin pelaksana emisi 32,5% saham PT KHI Pipe Industries untuk meraup dana segarRp118 miliar.
Menurut rencana, jumlah saham yang ditawarkan KHI sebesar 40,25% dari total kepemilikan.

Jumlahnya mencapai satu miliar saham dengan perkiraan harga Rp105 sampai Rp115 per saham. Selain itu, disertai juga dengan 200 juta waran I.
Krakatau Steel menguasai 97,72% saham KHI dan selebihnya dimiliki oleh PT Indhsana. (06)

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : B1 

 

 Dilihat : 2979 kali