10 Dessember 2007
Saham Jaya Pari Genderang Menguat

SAHAM PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) cenderung menguat kembali untuk perdagangan jangka pendek. Rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) perseroan diperkirakan ikut memicu penguatan harga saham produsen baja tersebut.

"JPRS berpeluang menembus level tertinggi yang pernah diraihnya di posisi Rp 2.775 untuk jangka pendek," kata pengamat dan praktisi pasar modal Robin Setiawan kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (7/12).Pada perdagangan akhir pekan lalu, JPRS menguat Rp 60 di level Rp 2.000. Volume saham berpindah tangan mencapai 555,5 ribu unit senilai Rp 1,1 miliar dengan frekuensi transaksi sebanyak 106 kali.Menurut Robin, secara fundamental saham emiten di sektor logam dan sejenisnya tersebut cukup menjanjikan untuk dikoleksi. Hingga akhir tahun ini, laba bersih perseroan diperkirakan bisa meningkat di atas Rp 60 miliar seiring tingginya permintaan baja. "Hal itu bisa menjadi sentimen positif bagi Jaya Pari yang memiliki stok baja cukup besar," ujarnya.
Robin menambahkan, valuasi JPRS cukup murah karena memiliki price to earning ratio (PER) 5,8 kali dan price to book value (PBV) 1,3 kali. Sementara itu, rata-rata PER saham di industrinya sudah di atas 10 kali. Apalagi, Jaya Pari termasuk perusahaan dalam daftar Asian Steel Company Profitability versi riset Merrill Lynch akhir tahun lalu.

Lebih lanjut Robin mengatakan, perseroan juga tidak menutup kemungkinan menjadi target akuisisi perusahaan asing. Selain memiliki kinerja menjanjikan, aksi merger dan akuisisi di antara produsen baja dunia marak dilakukan. "Tentunya, hal itu bisa terjadi di Indonesia. Apalagi, beberapa waktu lalu CLSA Indonesia sempat company visjtke JPRS," jelas dia.Saat ini, beberapa investor asing seperti Vihara Limited dan International Magnificent Fortune juga memiliki saham Jaya Pari masing-masing sebesar 15,5% dan 19,94%.
Robin juga menjelaskan, berdasarkan analisis teknis, JPRS cenderung menguat kembali untuk jangka pendek. Sebab, penguatan harga saat ini diikuti volume transaksi yang terus meningkat. Bahkan, indikator teknis seperti relative strength index (RSI) 10 hari turut menunjukkan penguatan JPRS dalam waktu dekat.

Dia menambahkan, rencana perseroan memecah nilai nominal saham dengan rasio 1:5 pada 11 Desember 2007 diperkirakan turut menjadi sentimen positif bagi pergerakan JPRS untuk jangka pendek.Sementara itu, penurunan harga JPRS beberapa waktu lalu diduga karena belum adanya kejelasan terkait aksi korporasi tersebut."Harga JPRS bakal mencapai level tertinggi yang pernah dicatatkan dalam tiga atau empat bulan terakhir di posisi Rp 2.775," ujar Robin.Sinyal Beli Analis PT Erdikha Elit Sonny John mengatakan, harga saham Jari Pari berpotensi melanjutkan kenaikan yang dibukukan pada transaksi akhir pekan lalu. Hal itu terlihat dari sinyal beli yang masih menyertai pergerakan JPRS. "Sinyal itu ditunjukkan indikator teknis stochaf tic oscillator" jelasnya.

Did menambahkan, indikator teknis lain seperti mov ing average convergence divergence (MACD) yang menunjukkan tren bullish dan RSI 14 hari yang memperlihatkan pergerakan ke atas turut menjadi katalis penguatan kembali JPRS dalam jangka pendek. "JPRS akan mencoba untuk mencapai level new high" ujar Sonny.Sonny mengaku, keberhasilan perseroan yang selalu menjaga pendapatan dalam kisaran stabil dengan kecenderungan meningkat bakal menjadi sentimen positif pemodal untuk mengoleksi JPRS. "Likuiditas saham bakal meningkat dengan banyaknya investor yang mengoleksi saham ini," tegasnya. Sementara itu, penjualan bersih Jaya Pari Steel pada kuartal III-2007 naik 13,63% menjadi Rp 305 miliar dibanding periode sama 2006 sebesar Rp 268,43 miliar.

Sementara itu, laba bersih produsen baja tersebut meningkat sebesar 50,77% menjadi Rp 38,55 miliar dari Rp 25,57 miliar pada periode sama tahun lalu.Berdasarkan publikasi laporan keuangan (unaudited) perseroan, peningkatan penjualan Jaya Pari sebanding dengan pertumbuhan beban pokok penjualan yang hanya naik sebesar 8,69% menjadi Rp 242,72 miliar dari sebelumnya Rp 223,31 miliar.

Beban usaha yang hanya meningkat dari Rp 8,38 miliar menjadi Rp 10,33 miliar menyebabkan posisi laba usaha masih bisa tumbuh menjadi Rp 51,96 miliar dari. sebelumnya Rp 36,74 miliar. Adapun total ekuitas Jaya Pari mencapai Rp 217,59 miliar atau tumbuh dari sebelumnya Rp 177,82 miliar,
dengan laba bersih per saham Rp 257 dari Rp 170 pada periode sama 2006.
Rekomendasi Berdasarkan analisis teknis dan fundamental, Robin merekomendasikan buy saham Jaya Pari Steel untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. "Support saham Jaya Pari di level Rp 1.950 dan resistance Rp 2.300/2.SOO/ 2.775," ujarnya. Sonny juga merekomendasikan buy JPRSuntuk jangka pendek dan menengah, serta hold pada jangka panjang. "Support Rp 1.900 dan resistance di posisi Rp 2.200," jelasnya.
Oleh Antique Sulaeman Putra.

Sumber ; Investor Daily Indonesia, Page : 11 

 

 

 Dilihat : 4224 kali