08 Dessember 2007
Garuda tidak Dapat Suntikan Modal

JAKARTA (Media): Pemerintah tidak akan memberikan penyertaan modal kepada PT Garuda Indonesia. Saat ini, pemerintah menunggu kesepakatan akhir antara Garuda dan Export Credit Agency (ECA) Eropa.

"Pemerintah tidak mau inject lagi, kami harus cari opsi lain. Sekarang kami kan tinggal persetujuan akhir dengan ECA," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kesepakatan antara ECA Eropa dan Garuda untuk penyelesaian utang yang nilainya berkisar US$497 juta sudah tercapai. Kreditor lainnya, pemegang floating rate notes (FRN) US$130,6 juta, Export Development of Canada US$12,1 juta, dan Bank BNI US$11 juta.

'"Restrukturisasi utang ECA sudah ada kesepakatan. Beberapa soal teknis intinya telah mendapatkan persetujuan. Jadi, kelihatannya tinggal sign deal karena sudah ada kesepakatan," ujarnya.

Posisi kesediaan ECA tersebut dalam konteks titik temu penyelesaian utang dengan konsep berbagai beban atau sharing the pain. Namun, saat ditanya seperti apa pola berbagi beban itu, Sofyan tidak mau merinci lebih detail. "Polanya nanti kami umumkan," jelasnya.
Pada intinya, lanjutnya, restrukturisasi utang itu bagian tak terpisahkan dari restrukturisasi menyeluruh.

"Garuda membutuhkan restrukturisasi kapital agar bisa terbang tinggi. Itu yang akan kami selesaikan," ujarnya. Awal Oktober lalu, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, pemerintah dan DPR menyepakati proses privatisasi PT Krakatau Steel dan PT Garuda Indonesia dilanjutkan akhir 2007.

Ketika itu, Sofyan mengungkapkan pemerintah belum bisa memulai proses privatisasi karena perusahaan penerbangan domestik nomor satu di Indonesia itu sedang menyelesaikan masalah yang sangat krusial terkait dengan utang export credit agency (ECA).

Dengan demikian, Sofyan meminta privatisasi Garuda harus ditunda. Pasalnya, jika divestasi Garuda dilakukan saat ini, posisi pemerintah tidak akan diuntungkan dengan hal tersebut. "Keputusan politik hari ini akan memengaruhi persoalan kami dengan ECA. Oleh sebab itu, kami berprinsip akan mengantongi dulu izin privatisasi ini," jelasnya. (Ray/E-1)

Sumber : Media Indonesia, Page : 19 

 

 Dilihat : 2435 kali