07 Dessember 2007
Dipicu Lesunya Pasar Kayu, Pendapatan Naik 11 % Bluescope Fokus Pasar Domestik

CILEGON (Media): Lesunya pasar kayu menjadi berkah tersendiri bagi pasar baja lapis. Produsen lempeng baja terbesar di Australia dan Selandia Baru, PT Bluescope Indonesia, mengumumkan kenaikan pendapatan perseroan sebesar 11 % jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Perseroan optimistis dengan pasar dalam negeri. Bluescope memutuskan untuk fokus di pasar domestik."Kita tetap fokus ke pasar domestik, dengan rencana penambahan kapasitas baja lapis metal menjadi 265 ribu ton per tahun," kata Presiden Bluescope Steel Coated Indonesia Sulfianda Soeleiman kepada wartawan di sela kunjungan pabrik di Cilegon, Banten, kemarin. Sulfinda menjelaskan berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan tahun ini, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar $A8,913 juta, atau naik 11% ketimbang periode sama tahun lalu yakni $A8,031 juta.

Periode pencatatan keuangan perusahaan terhitung sejak 1 Juli 2006 hingga 30 Juni 2007.Pada 2005, jelas Sulfinda, Bluescope yang 100% sahamnya dimiliki oleh Bluescope Steel Ltd itu telah mencatatkan pendapatan sebesar $A7,965 juta.Sulfianda mengatakan keberhasilan tersebut membuat perusahaan semakin optimistis untuk memperluas pangsa pasar baja lapis di dalam negeri. Rencana tersebut sejalan dengan proses ekspansi senilai US$113 juta yang dilakukan perusahaan sejak pertengahan 2007.

Menurut Sulfianda, Bluescope Indonesia berencana melakukan perluasan pabrik dengan fasilitas pelapisan metal (metal coating line /MCL) di Cilegon, yang berkapasitas 100 ribu ton per tahun.Line produksi lain, jelas Sulfianda, yakni baja lapis warna juga akan ditambah kapasitasnya dari sekitar 55 ribu ton menjadi 160 ribu ton per tahun.Sulfianda menambahkan, keseluruhan produk perusahaan diserap 100% oleh pasar domestik. Berbeda dengan tahun lalu, penjualan produk Bluescope Steel Indonesia terbagi atas segmen perumahan (50%) dan nonperumahan (50%).
Sementara itu, Vice President Marketing and Solutions Bluescope Steel Indonesia Lucia Karina menyatakan kenaikan pendapatan yang diperoleh perusahaan menunjukkan semakin tumbuhnya minat konsumen terhadap penggunaan baja lapis menggantikan kayu.

Meskipun banyak serbuan produk impor, pasar Indonesia mulai fokus pada kualitas. Jadi mereka banyak yang menggunakan produk kami. Terutama untuk konsumen perumahan."Sebelumnya, pada pertengahan tahun ini, Bluescope telah melanjutkan kembali pembangunan fasilitas kedua di pabriknya yang sempat tertunda sejak 2006. Pembangunan fasilitas baru dengan teknologi pewarnaan langsung (in line painting) untuk ekspansi produksi tersebut menghabiskan investasi senilai US$101 juta atau sekitar Rp888,8 miliar. Fasilitas kedua itu diharapkan selesai di akhir 2009 atau awal 2010. Saat itu fasilitas baru tersebut akan mempunyai kapasitas maksimum produksi baja lapis metal 170 ribu ton per tahun. (Zhi/E-2)

Sumber : Media Indonesia, Page : 19 

 Dilihat : 4711 kali