07 Dessember 2007
ENAM BUMN DINILAI BERKINERJA BAGUS

Sebanyak enam Badan Usaha Milik Negera (BUMN) dinobatkan sebagai perusahaan berkinerja bagus (good performance) dari Indonesia Quality Award (IQA) tahun 2007. Keenam BUMN yang dinilai berkinerja bagus tersebut, adalah (1) PT Bank Negara Indonesia (BNI), (2) PT Pertamina, (3) PT Petro Kimia, (4) PT, PT Perkebunan Nusantara III, (5) PT Waskita Karya, dan (6) PT Wijaya Karya.

Rudjito, anggota Dewan Pembina IQA Foundation, yang juga mantan Dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI), dalam penjelasannya kepada Business News, mengatakan ajang IQA lebih banyak kepada recognition (pengenalan) atas kinerja BUMN. Bukan merupakan ajang perlombaan menang atau kalah. Hal itu dikemukakan berkaitan dengan masuknya Perum Perumnas sebagai salah satu penerima penghargaan atas early performance-nya. Padahal perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tersebut saat ini sedang dalam perombakan direksi, mengingat kinerjanya yang dianggap buruk, karena tidak berhasil meraih target yang ditetapkan pemerintah.

"Ini bukan ajang kejuaraan. Sebetulnya ini tidak diselenggarakan juga tidak apa-apa, tetapi kita ingin memegang recognition terhadap upaya BUMN memperbaiki usahanya. Ini bukan karena perusahaan itu rugi, atau perusahaan itu harus direstrukturisasi, tetapi bagaimana proses alignment-nya daripada visi perusahaan, serta strateginya sampai ke tingkat bawah. Bagaimana proses deploymentnya, serta bagaimana costumer focus-nya dia."

Contohnya, PT Jamsostek (Persero) sebagai perusahaan BUMN pertama penerima anugerah dari IQA karena berkinerja bagus, menerapkan sistim costumer focus. Dalam hal itu Jamsostek telah melakukan pelayanan yang terbaik buat pelanggan, dalam hal ini tenaga kerja. Costumer focus tersebut penting sebagai upaya Jamsostek untuk tetap bersaing dengan perusahaan asuransi tenaga kerja sejenis akibat munculnya Undang-Undang Asuransi Tenaga Kerja secara bebas.

Ketua Umum IQA Foundation: 19 BUMN yang berani dinilai Ricky Sahala P. Siahaan, Ketua Umum IQA Foundation, mengatakan jumlah tersebut tahun ini meningkat dari tahun 2006 yang hanya diraih oleh dua perusahaan, dan hanya satu perusahaan pada 2005. Jumlah pesertapun juga mengalami peningkatan. Apabila pada tahun 2005 baru 12 BUMN yang "berani" dinilai dan ikut awarding IQA, tahun 2006 meningkat menjadi 14 peserta, dan tahun 2007 ini meningkat menjadi 19 BUMN. Kel9 peserta tersebut, adalah (1) PT Adhi Karya, (2) PT Angkasa Pura I, (3) PT Angkasa Pura II, (4) PT Asuransi Kesehatan, (5) PT Bank Negara Indonesia, (6) PT Industri Telekomunikasi Indonesia, (7) PT Pengembangan Pariwisata Bali, (8) PT Krakatau Bandar Samudera, (9) PT Krakatau Industrial Estate, (10) PT Krakatau Steel, (11) PT Pertamina, (12) PT Petrokimia Gresik, (13) Perum Perhutani, (14) Perum Perumnas, (15) PT Perkebunan Nusantara III, (16) PT Perusahaan Listrik Negara, (17) PT Taspen, (18) PT Waskita Karya, dan (19) PT Wijaya Karya.

Dari penilaian yang dilakukan, ditemukan fakta yang sama, bahwa seluruh BUMN tersebut berada pada satu gelombang yang sama, gelombang untuk melakukan penataan secara menyeluruh, dari segala lini, mulai dari leadership, strategic planning, costumer focus, measurement, analysis, knowledge management, workforce focus, process management, dan result. Bahkan, BUMN-BUMN tersebut melaksanakannya dengan kesungguhan. Ini membuktikan keseriusan BUMN untuk menjadikan dirinya sebagai aset bangsa yang diandalkan.

Sementara itu, laporan dari Kantor Menteri Negara BUMN menyebutkan setoran BUMN kepada negara pada 2007 ini meningkat menjadi sekitar Rp200 triliun. Sedangkan belanja BUMN sekitar Rp800 triliun setahun. Jumlah deviden tahun 2007 minimal sebesar Rp22 triliun, lebih tinggi dari yang ditargetkan sebesar Rpl9,l triliun. Dari total deviden tersebut, Pertamina merupakan penyetor terbesar.
( Pt)

Sumber : Business News

 Dilihat : 4092 kali