27 Agustus 2007
Krakatau Steel Kurangi Produksi Baja Canai Panas

PT Krakatau Steel (Persero) akan mengurangi produksi baja canai panas (hot rolled coil) ukuran dua milimeter pasca penerapan penghapusan bea masuk. Perseroan memilih mengimpor baja canai panas ukuran dua milimeter karena lebih murah.

"Lebih baik membeli (impor) karena pelet (bahan baku baja canai panas) susah diperoleh," ujar Direktur Utama Krakatau Steel Daenulhay kepada Tempo. Krakatau Steel memproduksi baja canai panas setiap tahun sebanyak 1 juta ton. Produksi untuk komposisi ukuran dua milimeter sebanyak 20 persen.

Harga baja canai panas ukuran dua milimeter di pasar internasional sekitar US$ 650, sedangkan harga produksi Krakatau Steel hampir sama dengan harga tersebut. Bahan baku baja canai panas terdiri atas pelet, yang kemudian diolah menjadi bilet dan slab. Slab dan bilet ini diolah menjadi baja canai panas.
Daenulhay khawatir penghapusan bea masuk baja canai panas ukuran dua milimeter akan dimanfaatkan dengan mendompleng baja canai panas ukuran lain. "Perlu kerja sama dengan pabrik baja untuk melakukan pengawasan," katanya. Ukuran baja canai panas bervariasi, dari dua milimeter hingga 25 milimeter. Mayoritas baja yang diproduksi Krakatau Steel berukuran 6-14 milimeter.

Permintaan penghapusan bea masuk baja canai panas datang dari PT Essar Dhananjaya. Perusahaan ini membeli baja canai panas dari Krakatau Steel sebanyak 10 ribu ton per bulan atau 120 ribu ton per tahun. Essar berencana meningkatkan penggunaan baja canai panas sebanyak 25 ribu ton per bulan atau memproduksi baja canai dingin (cold rolled coil) sebanyak 25 ribu ton per bulan atau 300 ribu ton per tahun.

 Dilihat : 2633 kali