07 Dessember 2007
Investasi sambil Beramal ala Valbury Asia

Valbury menerbitkan reksadana untuk sumbang orang cacat Kurnia Arofah JAKARTA. Ada cara baru untuk membiakkan duit sekaligus beramal. Kemarin (6/12), Valbury Asia Securitas (VAS) meluncurkan reksadana campuran yang bertujuan menggalang dana finansial dari masyarakat untuk membantu program dari Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI), induk dari seluruh organisasi penyandang catat di Tanah Air. Nama reksadana itu adalah Valbury Inklusi.

"VAS akan menyumbangkan 50% dari management fee (jasa pengelolaan reksadana ini) untuk membantu pendanaan PPCI yang selama ini sumber dananya masih tambal sulam," papar Tri . Agung Winantoro, Direktur Asset Management VAS, saat peluncuran kemarin.Tri menambahkan, investor juga bisa menyumbangkan sebagian dari keuntungan investasinya di reksadana ini untuk lembaga tersebut. "Tapi, ini tidak harus," imbuhnya.

Ia mencontohkan, sebuah perusahan sponsor sudah berkomitmen untuk menyumbangkan seluruh keuntungan dari Rp 5 miliar investasinya di reksadana ini kepada PPCI. Konsep reksadana Valbury Inklusi ini telah mendapat izin dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 4 Desember.

Sesuai jenisnya, Valbury Inklusi akan menempatkan dana investor di Surat Utang Negara (SUN) dan/atau obligasi korporasi dengan peringkat minimal A, saham, dan instrumen pasar uang. Masing-masing dengan racikan minimal 5% dan maksimal 75%. Dengan resep seperti ini, Tri berharap, tahun depan produknya ini bisa memberikan keuntungan 1194-15%.Cukup Rp 1 juta Produk reksadana ini tak melulu menyasar investor individu,tapi juga institusi yang ingin memanfaatkannya sebagai bagian program corporate social responsibility (CSR) atawa tanggungjawab sosial.

Menurut Tri, dana kelolaan Valbury Inklusi saat diluncurkan telah mencapai Rp 30 miliar. Dana ini berasal dari para promotor, antara lain Yakes Telkom, Dana Pensiun Krakatau Steel, PT Asuransi Jiwasraya, PT Bina Bangun Wibawa Mukti, PT Karyadeka Pancamurni, serta beberapa investor perorangan. Ia mematok, dana kelolaan reksadana ini akan berkembang menjadi Rp 50 miliar pada akhir tahun ini. Adapun tahun depan, ia yakin angka itu bisa mencapai Rp 100 miliarRp 150 miliar.

Jika berminat, Anda bisa membeli unit reksadana itu di empat kantor cabang VAS di Jakarta dan 23 kantor cabangnya yang tersebar di Jawa, Sumatra, Bali, dan Kalimantan. Investasi minimalnya Rp 1 juta saja.

Sumber : Harian Kontan, Page : 7

 

 Dilihat : 2627 kali