06 Dessember 2007
Komatsu investasi US$100 juta

Bisnis Indonesia JAKARTA: PT Komatsu Indonesia (KI) akan menanamkan modal sebesar US$100 juta dalam tiga hingga empat tahun ke depan untuk meningkatkan kapasitas produksi pabriknya di Tanah Air.

Vice President PT Komatsu Indonesia Noriaki Tomimuro mengungkapkan bersama-sama 10 perusahaan afiliasi di Indonesia pihaknya telah menanamkan modal sekitar US$100 juta dalam tiga tahun terakhir. Nilai modal yang sama akan ditanamkan hingga empat tahun ke depan.

"Nilai investasi tersebut termasuk untuk memperkuat research and development [R&D]" Komatsu di Indonesia," katanya di sela-sela peresmian Pusat Pengembangan Industri Komatsu Indonesia, kemarin.

Selama 2005-2006, Komatsu Ltd telah menambah investasi di Indonesia hingga US$24,6 juta atau sekitar Rp235 miliar. Untuk tahun ini KI sendiri berencana menanamkan modal sekitar US$12,2 juta (Rplll miliar).

Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia Bambang Haryanto menjelaskan permintaan alat berat yang terus meningkat di pasar domestik mendorong Komatsu terus memperluas usahanya di Indonesia. Total kemampuan produksi pabrik di dalam negeri saat ini mencapai 250 unit per bulan dengan tingkat utilisasi 100%.

Alokasi produksi terbesar dari pabrik perakitan Komatsu digunakan untuk membuat alat berat eksavator dan buldoser, sedangkan sisanya diperuntukkan memenuhi permintaan terhadap alat berat jenis dump truck dan motor grader.

Terintegrasi Di pabriknya di kawasan Cilincing, Komatsu mengintegrasikan beberapa unit pabrik, al pengecoran baja, fabrikasi, pembuatan komponen silinder dan pipa untuk alat berat.

Di pabrik pengecoran baja, Komatsu memproduksi komponen baja cor untuk alat berat dengan kapasitas 900 ton per bulan sedangkan pabrik lainnya dibuat komponen fabrikasi untuk alat berat, seperti frame, crawler, boom, arm, dan bucket. Kapasitas pabrik tersebut mencapai 1.700 ton per bulan.

Selain merakit alat berat, Komatsu juga merekondisi komponen alat berat bekas dengan bendera PT Komatsu Reman Indonesia. Perusahaan ini pada 2005 telah menanamkan modal sekitar US$8 juta.'

Sebagian produk Komatsu selain dipasarkan di dalam negeri juga dijual di pasar ekspor. Di dalam negeri merek alat berat ini diageni oleh PT United Tractors Tbk, salah satu anak perusahaan PT Astra International Tbk dengan kepemilikan saham 58,45%.
"Kami tetap fokus ke pasar domestik, [alokasi produk Komatsu] untuk pasar ekspor maksimal 20%," ujarnya.

Secara terpisah, Presiden Direktur PT United Tractors Tbk (UT) Djoko Pranoto mengungkapkan penjualan alat berat Komatsu selama JanuariOktober mencapai 2.848 unit atau melonjak sekitar 54% dibandingkan dengan periode yang sama 2006 yang hanya 1.853 unit.

Komatsu memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan UT yaitu sekitar 59% dibandingkan dengan merek lain yang dipasarkan perseroan seperti truk Scania dan Nissan Diesel.

Djoko menjelaskan pada JanuariOktober tahun ini, pertambangan merupakan sektor dengan permintaan alat berat terbesar. Peningkatan kegiatan eksplorasi baru bara membuat kebutuhan alat berat di sektor ini meningkat tajam dibandingkan dengan sektor perkebunan, konstruksi, maupun kehutanan.

Selama 10 bulan pertama tahun ini, penjualan alat berat Komatsu di sektor tambang tercatat 1.071 unit atau naik 23% dibandingkan Januari-Oktober 2006 yang hanya 870 unit. Realisasi penjualan hingga bulan ke-10 ini telah melampaui penjualan Komatsu sepanjang 2006 yang hanya 1.006 unit. (ahmad.nwhibbuddin@bisnis.co.td)

Sumber : Ahmad Muhibbuddin Bisnis Indonesia, Page : T8 

 Dilihat : 4292 kali