05 Dessember 2007
KADI kurangi BMAD baja

JAKARTA: Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) akan mengurangi skala bea masuk antidumping (BMAD) terhadap empat eksportir produsen asal Rusia dan Thailand menyusul ditemukannya kesalahan perhitungan margin dumping.

Keempat eksportir produsen yang akan dikurangi margin dumpingnya tersebut dua di antaranya dari Rusia yakni Joint Stock Company Severstal (Severstal), Novolipetsk Steel, dan dua perusahaan dari Thailand yakni G Steel dan Nakornthai Strip Mill Public Co Ltd (Nakornthai).

Kuasa hukum lima eksportir produsen asal Rusia dan Thailand A. Setiadi mengungkapkan dalam beberapa hal KADI dinilai keliru dalam melakukan perhitungan terutama penentuan biaya produksi dan biaya penjualan dalam sales and general expenses sehingga skala margin dumping yang ditetapkan menjadi sangat besar.

"Atas kekeliruan itu, KADI akhirnya mengoreksi perhitungannya sehingga skala margin dumping yang ditetapkan kepada klien kami berubah. Tapi [perhitungan] ini juga masih perhitungan sementara," kata Setiadi kepada Bisnis, kemarin.

Menurut dia, perhitungan skala margin dumping KADI untuk Severstal yang semula ditetapkan 15,86% berubah menjadi 5,58%, Novolipetsk yang semula 12,71% menjadi 8,96%, Nakornthaidari 23,73% menjadi 12,78% dan G Steel yang semula 30%-an hanya menjadi 7,52%.

"Tapi klien kami Magnitogorsk [Magnitogorsk Iron and Steel Works Open/perusahaan baja Rusia] tetap dikenakan pada skala 30,86%. Karena mere ka tidak mengajukan keberatan atas kalkulasi KADI sedangkan yang lainnya mengajukan keberatan atas angka-angka itu," lanjutnya.

Meskipun penurunan skala margin dumping itu masih bersifat sementara, empat produsen tersebut menyambut positif langkah KADI yang bersedia memperbaiki perhitungannya.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T7

 Dilihat : 4926 kali