05 Dessember 2007
Sebagian saham Asuransi Jasa

JAKARTA: Pemerintah akan memprivatisasi PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV, dan VII melalui penawaran umum perdana (initial public offering/lPO) dan penjualan strategis.

Sekretaris Meneg BUMN Muhammad Said Didu mengatakan Komite Privatisasi akan bertemu dengan menteri teknis untuk membahas kelanjutan program privatisasi.

"Secara formal, persetujuan Komite Privatisasi akan dikeluarkan setelah nama-nama yang diajukan dibahas tuntas dengan para pihak terkait seperti Meneg BUMN Sofyan A. Djalil, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan menteri teknis," ujarnya kemarin.

Dia menuturkan Komite Privatisasi mulai menggelar rapat lagi untuk memastikan BUMN yang dapat diprivatisasi pada 2008. Sebanyak 28 BUMN yang akan diprivatisasi tahun depan di antaranya PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Krakatau Steel, PT Bank Tabungan Negara, PT Semen Baturaja, PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, dan PT Waskita Karya.

Selain itu, PT Djakarta Lloyd, PT Sarinah, PT Industri Sandang, PT Sarana Karya, dan PT INTI. Kementerian BUMN juga berencana mendivestasi saham negara minoritas di sejumlah , perusahaan yaitu PT Bank Bukopin Tbk, PT Jakarta Indusrial Estate Pulogadung, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, dan PT Rekayasa Industri.

'Secara terpisah, Deputi Meneg BUMN Bidang Pertambangan, Industri strategis, Energi dan Telekomunikasi Roes Aryawidjaja menilai Pertamina bisa mulai melaksanakan pada anak perusahaannya yang bergerak di sektor hilir. Dia mengatakan saat ini perseroan perlu fokus untuk menyelesaikan neraca awal.

Fokus IPO "Lebih baik Pertamina fokus untuk IPO anak perusahaan yang berada di sektor hilir. Tetapi sebelum berpikir ke arah sana neraca awal Pertamina harus tuntas terlebih dulu," ujarnya belum lama ini.

Dia memperkirakan Pertamina bisa menuntaskan neraca awal Pertamina pada akhir tahun ini, sehingga bisa menggelar sejumlah aksi korporasi. Pertamina berencana melepas obligasi US$500 juta ke pasar, tetapi terbentur dengan tidak adanya neraca awal.

Semula, penjualan obligasi Pertamina ditargetkan September 2006 setelah audit laporan keuangan yang ditangani Ernst arid Young rampung.
Direktur Pengolahan Pertamina Suroso mengatakan terdapat sejumlah anak perusahaan Pertamina yang berada di hilir.

Menurut dia, ada beberapa anak Pertamina yang ada di sektor hilir seperti PT Pelita Air Service, PT Patra Jasa, PT Geo Dipa, dan beberapa perusahaan lainnya."Kami masih menunggu audit neraca awal Pertamina. Sementara itu, Elnusa dulu yang akan masuk ke pasar."

sumber : Bisnis Indonesia, Page : B3 

 Dilihat : 3275 kali