05 Dessember 2007
Privatisasi Empat BUMN Disetujui

JAKARTA (SINDO) Komite Privatisasi menyetujui program privatisasi PT Jasa Indonesia (Jasindo), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, dan PTPN VII.

Rencananya, keempat BUMN tersebut akan diajukan ke DPR pada Januari tahun depan. Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, kemente
riannya telah mengajukan 28 BUMN kepada Komite Privatisasi. Namun, tidak seluruhnya disetujui untuk diprivatisasi, seperti PT Djakarta Llyod, PT Bahtera Adiguna, dan PT Rukindo. Khusus untuk PT Rukindo dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) diupayakan untuk ambil alih (take over) BUMN lain."Artinya mereka hanya direstrukturisasi saja, bukan diprivatisasi," kata dia seusai Rakor Privatisasi baru-baru ini.
Sofyan menjelaskan, pemerintah masih akan melakukan pembahasan nama-nama BUMN yang telah diajukan Kementerian BUMN. Pada dasarnya, lanjut dia, BUMN yang akan diprivatisasi tidak mempunyai permasalahan, namun harus dikonfirmasi terlebih dulu kepada menteri teknis yang terkait,
"Misalnya PTPN III, PTPN IV, dan PTPN VIII kalau dalam rapat diputuskan akan IPO harus direstrukturisasi terlebih dulu, namun itu harus konfirmasi ke Menteri Pertanian," kata dia.
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menambahkan, saham PT Jakarta Llyod sebanyak 49 % akan diprivatisasi dengan metode strategic sales. Sementara PT Bahtera Adiguna akan dimerger dengan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Rukindo akan dimerger dengan PT Pelabuhan Indonesia.Sesmeneg BUMN Said Didu mengatakan, setoran privatisasi tahun depan sebesar Rpl,5 triliun. Setoran dividen yang mencapai Rp23,4 triliun, Rp21,4 triliun disetor ke APBN dan Rp2 triliun digunakan untuk pengembangan APBN.Di tempat terpisah Direktur Utama PTBA Sukrisno mengatakan tengah menunggu selesainya kajian akuisisi dengan PT Bahtera Adiguna yang dilakukan Price Waterhouse Coopers. Kajian itu ditargetkan selesai akhir Desember 2007, dan penyelesaian akuisisi diharapkan rampung semester pertama 2008.
Adapun keinginan PT BA adalah mengakuisisi 100 % Bahtera Adiguna. "Keputusan dari konsultan adalah apakah nanti akuisisi itu mempunyai nilai tambah tidak," kata dia di Jakarta kemarin.
Berdasarkan data Kementerian Negara BUMN, beberapa BUMN yang masuk program privatisasi dengan cara IPO adalah PT Jasindo (maksimal 30% IPO), PT Krakatau Steel (maksimal 30% IPO), PT Bank Tabungan Negara (30% IPO), PT Semen Baturaja (maksimal 35% IPO), PT Sucofindo (30% IPO). Sementara tiga BUMN lain, PT Industri Sandang, PT Sarana Karya, dan PT INTI, akan dilepas sahamnya dengan cara strategic sales.

Adapun BUMN kepemilikan saham minoritas kurang dari 51%, yaitu PT JIEP, PT SIER denganstrategicsa/es,Rekayasa Industri (4,97%) dan placement PTBankBukopin(18,47%).
(nunung ahniar)

Sumber :  Harian Seputar Indonesia

 Dilihat : 2506 kali