28 September 2017
Penandatanganan MoU dengan PT KAI

Penandatanganan MoU dengan PT KAIBertepatan dengan peringatan HUT ke-72 tahun PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI), Kamis (28/9/2017), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (PT KS) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT KAI tentang kerja sama dalam pengembangan prasarana dan sarana perkeretaapian. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Pemasaran PT KS Purwono Widodo dan Direktur Pengelolaan Prasarana PT KAI Bambang Eko Martono. Acara berlangsung di Pusat Pendidikan dan Latihan PT KAI di Ir.H. Juanda Bandung.

Dengan adanya nota kesepahaman ini, kedua belah pihak setuju untuk bekerja sama mengembangkan sarana dan prasarana perkeretaapian yang berbasis baja. Proyek yang akan dikembangkan dalam waktu dekat adalah re-aktivasi Jalur Kereta Api Bandung – Ciwidey sepanjang 38 km yang mana akan menggunakan elevated railway menggunakan struktur baja sepanjang 18 km. Dengan program pengembangan ini diharapkan proyek akan lebih murah dan waktu pemasangan yang lebih singkat.

Sebagaimana diketahui baja merupakan salah satu material yang menjadi alternatif dalam desain jembatan. Dengan teknologi desain jembatan yang terus berkembang saat ini, memungkinkan adanya banyak pilihan dalam desain jembatan. Tetapi aspek pemilihan material yang tepat masih merupakan faktor kunci yang tidak dapat diabaikan. Di antara beberapa keunggulan material baja dalam struktur jembatan/box girder antara lain, Strength to Weight ratio yang 12 kali lebih tinggi dibandingkan beton; fleksibilitas; recyclable; dan faktor unggul lainnya.

Proses penandatanganan nota kesepahaman ini juga dilakukan antara PT KAI dengan tujuh instansi lainnya yakni Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Simalungun, Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, PT SKF Industrial Indonesia, Badan Standardisasi Nasional, PT Kukuh Mandiri Lestari (Agung Sedayu), PT Industri Kereta Api (Persero).

Nota kesepahaman ini juga sejalan dengan rencana Krakatau Steel Group untuk lebih menargetkan proyek-proyek yang ada di lingkup pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, BUMN, dan BUMD dengan menawarkan “total steel solution”. (OPD)

 Dilihat : 56 kali