02 November 2017
Upaya Krakatau Steel memperbaiki kinerja

PT Krakatau Steel Tbk terus berupaya lolos dari jerat kerugian dalam empat tahun terakhir. Langkah yang ditempuh oleh emiten berkode saham KRAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini adalah dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Terbukti, hingga kuartal III-2017, Krakatau Steel membukukan pendapatan sebesar US$ 1,04 miliar. Jumlah ini naik 5,87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya di angka US$ 982,29 juta.

Direktur Keuangan Krakatau Steel Tambok P. Setyawati mengatakan, pihaknya berupaya memperbaiki kinerja agar lebih baik dibandingkan tahun lalu. "Langkah yang kami lakukan dengan menaikan pendapatan. Terlebih dengan kondisi harga baja yang membaik dan efisiensi biaya," kata Tambok kepada KONTAN, Rabu (1/11).

Harga jual rata-rata produk baja lembaran canai panas atau hot rolled coil (HRC) sebagai penyumbang terbesar ke pendapatan perusahaan melonjak hingga 33,33% menjadi senilai US$ 583 per ton. Begitu pula harga jual rata-rata produk baja yang diproduksi lainnya seperi cold rolled coil (CRC), long product, dan pipa.

Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menjelaskan, hingga September 2017, harga jual baja masih menunjukkan kenaikan yang mencapai US$ 599 per ton dari yang hanya mencapai US$ 520 per ton di Januari 2017. Tren perbaikan kinerja akan lebih cepat ke depannya dengan melihat membaiknya harga baja" jelas Mas Wigrantoro.

Membaiknya pendapatan Krakatau Steel tercermin pada kenaikan arus kas operasi perusahaan hingga mencapai 499,71%. Di kuartal III-2017 arus kas operasi perusahaan tercatat US$ 121,13 juta. Padahal, sembilan bulan pertama tahun 2016, arus kas operasi perusahaan ini hanya sebanyak US$ 21,2 juta.

Dengan berbagai strategi itu, KRAS berhasil menekan rugi bersih. Di kuartal III, rugi bersih emiten ini menurun sebesar 34,57% menjadi US$ 75,05 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 114,7 juta.

Hingga September 2017 Krakatau Steel telah menyuplai sebanyak 20.369 ton baja untuk proyek konstruksi Jakarta-Cikampek II elevated. Total jenderal, proyek ini membutuhkan 225.000 ton baja yang akan disuplai Krakatau Steel hingga 10 bulan ke depan.

Guna menambah profit perusahaan, Krakatau Steel menambah kapasitas produk baja HRC dengan membangun pabrik hot strip mill 2 di kawasan industri Krakatau, Cilegon dengan target operasional awal tahun 2019. "Proyek ekspansi ini merupakan upaya memperbaiki defisit neraca perdagangan baja di masa yang akan datang yang berpotensi mencapai US$ 15 miliar," terang Mas Wigrantoro.

Tahun ini, Krakatau Steel membidik volume penjualan baja sebesar 2,6 juta ton sampai 2,7 juta ton. Jumlah ini meningkat sekitar 16,5% bila dibandingkan penjualan baja Krakatau Steel sepanjang tahun 2016 lalu yang mencapai 2,23 juta ton.

sumber : Koran Kontan, 02 November 2017

 Dilihat : 791 kali