19 Oktober 2017
Pemerintah Dukung Pengembangan Industri Baja Indonesia

Pemerintah Dukung Pengembangan Industri Baja Indonesia.jpgSebagai kelanjutan dari beberapa Government Task Force Team (TFT) Meeting yang sudah diselenggarakan sebelumnya, TFT yang terdiri atas Kementerian Koordinator Perekonomian Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO menyelenggarakan The 3rd TFT Meeting pada Kamis, 19 Oktober 2017 di Hotel Borobudur Jakarta.

Tujuan diselenggarakannya pertemuan ini adalah untuk menghimpun dukungan dari pemerintah Indonesia terhadap Pengembangan Industri Baja Indonesia. Paparan yang disampaikan dalam pertemuan diantaranya pengetahuan kepada institusi pemerintah akan pentingnya pengembangan industri baja di Indonesia dan laporan progress implementasi beberapa proyek pengembangan industri baja tersebut dalam Klaster Baja 10 Juta Ton di Cilegon.

Acara ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua BKPM Thomas Trikasih Lembong dan Deputi  Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional Rizal Affandi Lukman. Hadir pula Deputi Menteri BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno, Komisaris Utama PTKS Binsar H. Simanjuntak, Komisaris PTKS Roy E. Maningkas, Direktur SDM & Pengembangan Usaha PTKS Imam Purwanto, Direktur Produksi & Teknologi PTKS Wisnu Kuncoro, serta Direktur Pemasaran PTKS Purwono Widodo.

Pemaparan materi sesi pertama disampaikan oleh General Manager Program Management Office Eddy Rukman yang menjelaskan tentang perkembangan implementasi proyek Klaster Baja 10 Juta Ton di Cilegon dan aspek-aspek yang memerlukan dukungan dari TFT kemudian dilanjutkan dengan pemaparan penelitian dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) tentang Pengaruh Ekonomi dari Klaster Baja 10 Juta Ton di Cilegon oleh Dr. Uka Wikarya.

Pembahasan sesi kedua ditekankan pada dukungan untuk mempercepat implementasi Klaster Baja 10 Juta Ton Cilegon. Demi terwujudnya Klaster Baja tersebut, maka dukungan dalam bentuk infrastruktur dan dan pembangkit listrik dibutuhkan dalam proyek tersebut. Hal ini dijelaskan lebih lanjut oleh Direktur Teknologi & Pengembangan Usaha PT Krakatau Posco Jati Santiono serta Direktur Perencanaan dan Niaga PT Krakatau Daya Listrik Gersang Tarigan. Sinergi antara produksi baja dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Krakatau Posco diharapkan dapat mempercepat implementasi Klaster Baja 10 Juta Ton di Cilegon.

Dengan derasnya produk impor baja masuk ke Indonesia, maka dukungan pemerintah dari berbagai institusi sangat dibutuhkan. Di penghujung acara, masing-masing TFT menyampaikan arahan dan masukan mengenai aspek-aspek apa saja yang perlu dikaji lebih lanjut dan diklarifikasi lebih lanjut baik oleh TFT maupun PTKS dan Posco sebagai bahan untuk dilaporkan dalam TFT Meeting selanjutnya. TFT ini nantinya juga akan turut mengawasi dan mengiringi dukungan dari berbagai pihak terutama institusi pemerintah demi terwujudnya Pembangunan Industri Baja Indonesia. (WI/ATW) 

 Dilihat : 935 kali