31 Agustus 2017
Pasar Baja Membaik, KRAS Terus Bangkit

Cilegon, (31/8). PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (Kode Saham: KRAS), hari ini menyelenggarakan konferensi pers terkait rilis kinerja keuangan semester I-2017, serta peresmian first pushing Coke Oven Plant Blast Furnace dan first running pabrik PT Krakatau Semen Indonesia yang berlangsung di Cilegon.

Seiring dengan pasar baja yang membaik, PT Krakatau Steel terus menunjukkan tren ke arah yang positif. Hal ini terlihat dari membaiknya kinerja Perseroan, dari yang sebelumnya pada semester I-2016 mengalami kerugian bersih USD87,55 juta membaik menjadi rugi bersih USD56,70 juta pada periode yang sama tahun ini. Meskipun terjadi penurunan volume penjualan produk baja menjadi 841.101 ton akibat adanya overhaul pabrik HSM dan Liburan Idul Fitri, Perseroan tetap membukukan laba operasi sebesar USD4,45 juta.

Hingga akhir tahun 2017, kinerja penjualan KRAS optimis meningkat. Direktur Utama KRAS Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan bahwa salah satu proyek konstruksi yang menopang kenaikan kinerja penjualan KRAS adalah pengerjaan Jakarta-Cikampek II elevated toll road. Proyek itu setidaknya bakal memasok 200.000 ton baja selama 10 bulan mendatang. Sepanjang Mei hingga Juli Krakatau Steel telah mengirimkan produk baja untuk proyek ini sebesar 14.353 ton.

“Pasar baja secara berangsur mengalami kenaikan, harga baja lembaran panas (HRC) meningkat dari harga USD520/ton pada Januari 2017 hingga USD629/ton pada akhir Juni 2017. Begitu halnya dengan entitas anak perusahaan dan perusahaan afiliasi yang beberapa mengalami perbaikan, beban keuangan dan selisih rugi kurs yang turun. Kami meyakini di akhir tahun 2017 kinerja perusahaan diharapakan akan lebih baik lagi”, ujar Mas Wig.

Mas Wig menambahkan, EBITDA marjin mengalami kenaikan signifikan menjadi 12,89% pada semester I 2017 dari 12,57% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dari sisi market share penjualan baja Perseroan, KRAS masih menguasai market share baja domestik Indonesia untuk produk HRC dan CRC”, lanjut Mas Wig. Berdasarkan data Perseroan per akhir tahun 2016, market share untuk produk HRC sebesar 44% dan CRC sebesar 28%.

Terkait dengan perkembangan proyek strategis perusahaan, pada hari ini juga telah dimulai first running Slag Grinding Plant milik PT Krakatau Semen Indonesia (PT KSI) yang merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan kapasitas 750.000 ton semen slag per tahun. Kegiatan ini merupakan bagian dari commissioning atau percobaan pabrik sebelum beroperasi secara komersial. PT KSI memanfaatkan limbah granulated slag yang dihasilkan oleh Blast Furnace PT Krakatau Posco dan PT Krakatau Steel untuk dijadikan bahan pembuat semen.

Untuk menunjang aktivitas bongkar buat pabrik semen ini, Krakatau Steel melalui anak usaha Krakatau Bandar Samudera membangun dermaga 7.3 berkapasitas 1,3 juta ton per tahun bongkar muat. Sehingga kapasitas total bongkar muat di KBS meningkat hingga 26,3 juta ton per tahun.

Selain itu, pada hari ini juga dilakukan First Pushing Coke Oven Plant pada Blast Furnace Complex milik Perseroan. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari dimulainya pengoperasian Blast Furnace itu sendiri, yakni dengan memproduksi batu bara kokas sebagai bahan pelebur baja. Pembangunan fasilitas pabrik blast furnace telah mencapai progress 99,37% pada 31 Juli 2017. Blast furnace akan menghasilkan 1,2 juta ton baja cair (hot metal) per tahun yang merupakan bahan baku dalam produksi baja Perusahaan. Dengan beroperasinya pabrik Blast Furnace diharapkan akan memberikan dampak efisiensi biaya produksi bagi Perseroan.

Pada Juli 2017, dua pabrik joint venture KRAS juga telah memulai operasi. Pabrik PT Krakatau Osaka Steel (KOS) yang memproduksi baja tulangan dan profil berkapasitas 500.000 ton per tahun mulai beroperasi komersial pada 21 Juli 2017. Ada pula pabrik galvanized steel milik PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) yang telah beroperasi komersial pada 24 Juli 2017 yang memproduksi baja lembaran untuk industri otomotif dengan kapasitas 500.000 ton per tahun.

Perkembangan di anak usaha juga terjadi di Krakatau Tirta Industri sebagai penyedia air baku industri. Saat ini PT KTI sedang menyelesaikan pembangunan Bendungan Cipasauran yang akan meningkatkan kapasitas air baku industri sebesar 800 liter per detik. Progres pembangunannya saat ini sudah mencapaui 92,26% per bulan Agustus ini. Dengan selesainya fasilitas ini, PT KTI akan memiliki kapasitas produksi air baku industri mencapai 2.600 liter per detik.

Sekilas PT Krakatau Steel Tbk

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) merupakan produsen baja terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi 3,15 juta ton per tahun. KRAS resmi berdiri pada 1970 diberikan mandat untuk memenuhi kebutuhan baja nasional. KRAS resmi tercatat sebagai Perusahaan publik dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010 dengan melepas kepemilikan saham ke publik sebesar 20%. Nilai aset KRAS per Juni 2017 mencapai US$ 4,09 miliar.

 Dilihat : 3117 kali