21 Juli 2017
KS Perkuat Pasokan Baja Konstruksi

CILEGON- Krakatau Steel melalui dua anak usaha memproduksi baja konstruksi hingga 1 juta ton per tahun dan memasok 25% dari total kebutuhan pasar negeri.

Perusahaan meresmikan pabrik PT. Krakatau Osaka Steel (KOS) pada Kamis (20/7), hasil kolaborasi dengan Osaka Steel, Co. Ltd., dengan kapasitas 500.00 ton pertahun. Sebelumnya, Krakatau Steel telah memiliki anak usaha PT Krakatau Wajatama yang juga memproduksi baja untuk kebutuhan konstruksi dengan kapasitas 500.00 per tahun.

Mas Wigrantono Roes Setiyadi, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., mengatakan kebutuhan baja konstruksi dalam negeri mencapai sekitar 3 juta ton hingga 4 juta ton per tahun.

“Dengan beroperasinya KOS, Krakatau Steel sumbang hampir 1 juta ton atau 25%. Sisanya dipasok oleh pabrik lain yang nonstandar dan impor,” ujarnya sesuai peresmian pabrik, Kamis (20/7).

Selain menambah kapasitas produksi baja tulang, baja profil, dan baja C (channel), presmian pabrik KOS juga menambah jenis produksi yang disediakan Krakatau Steel. Mas Wigrantoro berharap penambahan jumlah pasokan baja ini akan mengurangi kebutuhan impor baja.

Pada kesempatan yang sama, Dwi Bagoes Endrijansja, Direktur Keuangan dan SDM KOS, menuturkan sepanjang tahun ini utilitas pabrik baru mencapai 40% atau sekitar 200.000 ton tahun. Pabrik beroperasi selama 16 jam.

“Tahun depan, kami akan beroperasi tiga shift atau 24 jam sehingga dapat berproduksi penuh 500.000 ton per tahun,”ujarnya.

Pembagian pabrik kOS yang berlokasi di Kawasan Industri Krakatau Steel Cilegon dimulai pada Maret 2015 dan rampung pada Desember tahun lalu. Perusahaan berdiri di atas lahan seluas 21 hektare. Operasi komersial baja tulang dimulai pada 25 Januari 2017. Investasi proyek KOS mecapai US$220 juta.

Perusahaan tengah menjajaki penggunaan produk KOS di sejumlah proyek infrastuktur. Salah satunya adalah proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek yang diperkirakan membutuhkan baja tulangan sebanyak 50.000 ton hingga 100.000 ton. KOS juga telah memasok kebutuhan baja untuk pembangunan menara listrik PLN, yang diperkirakan memerlukan sekitar 100.000 hingga 200.000 ton.

KOS lalu memproduksi produk lain dan telah memperoleh SNI Manajemen Mutu dan SNI Produk untuk baja tulangan, baja profil, dan baja C (Channel). Semua ukuran dari produksi baja juga telah memperoleh serifikat produk.

Baja profil dan baja tulangan banyak digunakan untuk infrastruktur dan kontruksi. Untuk pembangunan jalan tol dan perkeretaapian, perseroan memproduksi baja tulanggan S50 yang diklaim dapat meningkatkan kemampuan kerja dan menghemat masa kontruksi. S50 adalah baja tulangan dengan diameter 50 mm. KOS menjadi produsen pertama S50 di Indonesia dan memperoleh SNI untuk produk ini.

DORONGAN PERMINTAAN

Mentri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan KOS merupakan generasi lanjutan pabrik long bar. Pabrik ini diharapkan dapat mendorong pemenuhan permintaan dalam negeri dan target produksi 10 juta ton pada 2020. Saat ini, industri baja nasional baru dapat memproduksi 6 juta ton baja.

“[Target 10 juta ton] ini di luar sektor otomotif yang salah satu programnya 800.000 ton bisa dipenuhi ekspansi Krakatau Steel selanjutnya, yaitu PT Krakatau Nippon Sumikin Steel,”ujarnya.

Terkait dengan permasalahnan impor baja yang menggempur industri baja dalam negeri, Airlangga menyatakan pemerintah sedang meminta pengetatan mengenai komponen campuran baja yang tidak sesuai spesifikasi.

sumber : Bisnis Indonesia (21/7)

 Dilihat : 723 kali