29 Maret 2017
Krakatau Steel Terus Memacu Perbaikan Kinerja

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus menerus melakukan perbaikan kinerja dari tahun ke tahun. Perseroan juga memacu pembangunan proyek strategis secara simultan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing produk baja.

Jakarta (29/3). Selama 10 tahun terakhir Perseroan terus berupaya melakukan perbaikan baik secara kinerja maupun peningkatan daya saing melalui pembangunan proyek strategis perusahaan.

Dari sisi kinerja, Perseroan mencatat kenaikan kinerja operasional secara signifikan di tahun buku 2016 yaitu mampu membukukan laba operasi sebesar US$4,39 juta dari yang sebelumnya merugi US$183,55 juta. Hal ini sejalan dengan kenaikan volume penjualan Perseroan yang meningkat 15,25% menjadi 2.237.920 ton pada 2016 dari 1.941.844 ton di tahun sebelumnya (2015). Selain dari peningkatan volume penjualan, laba operasi juga berhasil diraih atas usaha manajemen dalam meningkatkan pendapatan dan menurunkan ongkos produksi.

Direktur Utama Perseroan Sukandar menyatakan, “Perseroan berhasil meningkatkan pendapatan bersih 1,73% YoY menjadi USD1.344,72 juta sebagai dampak dari kenaikan volume penjualan. Sementara beban pendapatan turun 12,43% YoY menjadi US$1.189,49 juta dan biaya produksi turun sebesar 18,43% YoY”.

Sukandar menambahkan pembukuan laba operasi positif ini merupakan titik balik bagi Perseroan dalam perbaikan kinerja setelah dalam beberapa tahun ke belakang mencatat rugi akibat tren harga baja dunia yang terus menurun. “Perbaikan kinerja ini diikuti oleh membaiknya cash flow operasi kami secara positif menjadi US$67,21 juta di tahun 2016 dari yang sebelumnya defisit US$73,92 juta,” lanjutnya.

Sementara untuk meningkatkan daya saing, Perseroan terus berupaya untuk menurunkan biaya produksi bajanya. Penurunan biaya produksi baja salah satunya dilakukan dengan menggencarkan program efisiensi internal hingga USD40 juta sepanjang tahun 2016. Program efisiensi ini terutama berasal dari strategi make or buy, di mana manajemen memutuskan untuk lebih mencari sumber bahan baku yang lebih kompetitif dibanding dengan mengoperasikan pabrik hulu.

Performa perbaikan kinerja Perseroan ini juga berdampak kepada positifnya EBITDA Perseroan yang meloncat menjadi US$103,24 juta di tahun 2016 dari yang sebelumnya negatif US$ 91,93 juta di tahun 2015.

Perbaikan kinerja Perseroan juga diiringi dengan terealisirnya sejumlah proyek strategis yang sudah mulai beroperasi. Pabrik patungan antara Osaka Steel Ltd dengan Perseroan, PT Krakatau Osaka Steel yang memproduksi baja tulangan, baja profil dan flat bar untuk industri otomotif, telah beroperasi dan sudah mengirimkan produk perdananya pada 31 Januari 2017 yang lalu. Pabrik baja tulangan dan profil yang berkapasitas 500.000 ton per tahun ini akan memproduksi 200.000 ton baja di tahun 2017, setelah itu akan menjalankan kapasitas penuh pada tahun 2018.

Sementara pabrik patungan lainnya dengan Nippon Steel Metal Corporations, PT Krakatau Nippon Steel Sumikin yang akan memproduksi baja lembaran untuk industri otomotif nasional, sudah mencapai 76,31% dari progres pembangunannya dan ditargetkan akan selesai pada pertengahan tahun 2017. Proyek Pembangunan Blast Furnace Complex yang akan beroperasi pada triwulan II 2017 nanti akan mampu menurunkan biaya produksi Perseroan, sehingga akan semakin meningkatkan daya saing Perusahaan.

Untuk penambahan kapasitas produksi Perseroan saat ini sedang membangun Pabrik Pengerolan Baja Lembaran Panas #2 (HSM #2), yang saat ini sedang progres konstruksi. HSM#2 akan menambah kapasitas produksi HRC sebesar 1,5 juta ton per tahun dan akan mulai beroperasi pada triwulan III 2019.

Selain itu, Perseroan juga berhasil menjalankan program rights issue pada November 2016 lalu. Sebanyak 3.571.396.900 lembar saham baru terjual, dan Perseroan mendapatkan dana segar sebesar Rp 1.874.983.372.500,- (gross). Dana ini akan digunakan untuk membantu pembiayaan pabrik baja lembaran panas ke-2 berkapasitas 1,5 juta ton per tahun dan pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 1x150 MW.

Potensi Basar Baja

Memasuki pasar baja di tahun 2017, menurut Global Market Outlook permintaan baja akan membaik dari sektor konstruksi dan infrastruktur. Dalam hal ini Perseroan berharap dapat mengirimkan produk bajanya untuk pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek pada bulan Mei mendatang. “Krakatau Steel akan turut berperan aktif dalam membangun infrastruktur negara. Elevated Toll Road Jakarta-Cikampek (JAPEK 2) ini akan menggunakan kontruksi baja sebagai pengganti tiang betonnya dan akan membutuhkan produk baja sebanyak kurang lebih 225.000 ton,” imbuh Sukandar.

Konsumsi baja nasional juga terus meningkat 8,01% seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,1% di tahun 2016. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat meskipun kondisi ekonomi global mengalami penurunan.

Potensi kenaikan harga baja mulai terlihat di tahun 2017. Menurut Macquire, Commodities, Copendum di Januari 2017 menyatakan kelebihan kapasitas baja global akan menurun, mengikuti pengurangan produksi baja di Tiongkok. Hal ini mengakibatkan kenaikan harga baja sejak awal 2016 terus berlanjut mendekati harga di tahun 2014, yakni sekitar USD500 per ton HRC. Produk HRC Perseroan masih mendominasi pasar baja domestik dengan pangsa pasar sebesar 44%. Sementara produk CRC sebesar 28% dan Wire Rod sebesar 9%.

Perbaikan situasi pasar baja ini berdampak pada meningkatnya volume penjualan Perseroan sebesar 15,25%. Selain itu, dukungan pemerintah dalam mendorong potensi produsen baja nasional juga turut berpengaruh terhadap perbaikan kinerja Perseroan. “Pemerintah mendorong untuk memperkuat sinergi antar BUMN dan juga dalam proteksi pasar baja dalam negeri”, ungkap Sukandar. Ia mengatakan Perseroan telah menjalin kerja sama dengan BUMN lain seperti PLN untuk proyek pembangunan transmisi 46.000 KMS, Jasa Marga dan Waskita Karya untuk suplai baja pembangunan tol Jakarta Cikampek II, dan dengan Semen Indonesia untuk mengolah granulated slag sebagai bahan pembuatan semen.

“Pemerintah juga menerapkan izin impor baja yang lebih selektif untuk mengindari unfair trade, menurunkan harga gas dan tarif listrik yang lebih kompetitif, serta menekankan dalam penggunaan produk dalam negeri untuk proyek-proyek pembangunan nasional. Dengan kondisi pasar baja yang semakin baik, didukung oleh dorongan dari pemerintah, serta terealisasinya proyek strategis, Perseroan optimis akan mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi di tahun mendatang,” ujar Sukandar.

Lampiran : Hasil Keputusan RUPS Tahun Buku 2016.

 Dilihat : 3358 kali