03 Februari 2017
Economic Outlook 2017

Economic Outlook 2017-1 (1).jpg 

Tahun 2017 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengawali tahun dengan mengadakan Economic Outlook 2017 yang diprakarsai oleh Direktorat Keuangan. Acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat Basement, Gedung Krakatau Steel Jakarta pada Rabu, 1 Februari 2017. Acara yang dihadiri oleh hampir semua direksi dan manajemen dari Krakatau Steel Group ini dilakukan dengan presentasi yang dilakukan oleh Head of Market and Industry Analysis Strategic Planning Division PT BNI (Persero) Tbk. Teddy Hariyanto. Sebelumnya acara ini dibuka oleh sambutan dari Direktur Keuangan Tambok P. Setyawati S.

Economic Outlook 2017.jpgDalam sambutannya, Direktur Keuangan menyampaikan bahwa acara ini dilakukan di awal tahun selain untuk membuka tahun dengan aktivitas yang positif, Economic Outlook 2017 ini juga dapat dijadikan pedoman maupun arahan untuk pelaksanaan kegiatan sepanjang 2017 ke depan. Acara ini juga dilakukan untuk memacu semangat para direktur keuangan dari Krakatau Steel Group untuk memberikan kinerja yang lebih optimal lagi di tahun 2017.

Presentasi yang disampaikan oleh Teddy Hariyanto mencakup semua aspek ekonomi, perbankan, maupun industri yang berkaitan dengan Krakatau Steel Group. Dalam presentasinya disebutkan bahwa semua tantangan klasik perekonomian Indonesia dapat dihadapi karena pada dasarnya “Di saat terjadi krisis, di saat itu pula selalu ada peluang,” jelasnya. Tantangan klasik tersebut diantaranya kekurangan infrastruktur, ketergantungan pada komoditas primer, kesenjangan ekonomi daerah dan pusat, mapun keterbatasan sumber pembiayaan jangka panjang. Namun Teddy optimis bahwa dengan segala paket kebijakan ekonomi yang disodorkan oleh pemerintah saat ini semua tantangan akan teratasi, bahkan ke depan akan ada lebih banyak lagi paket kebijakan yang diharapkan akan mendukung semua aspek perekonomian di Indonesia.

Economic Outlook Indonesia era 2016-2018 disebutnya sebagai era “New Normal Growth” dan beberapa cara untuk menjalani era tersebut maupun tantangan yang akan dihadapi diantaranya dengan:

  1. Terus membangun infrastruktur sehingga meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi dalam negeri.
  2. Mengembangkan hilirisasi industri sehingga struktur produksi dalam negeri mampu menghasilkan produk yang lebih bernilai tambah.
  3. Meningkatkan ketersediaan sumber pembiayaan jangka panjang.
  4. Meningkatkan inklusi keuangan dan digital ekonomi.
  5. Meningkatkan sektor pariwisata.
  6. Akselerasi implementasi paket-paket kebijakan ekonomi pemerintah.
  7. Terus mengoptimalkan BUMN (sinergi BUMN, bantuan UMKM dan sektor informal, maupun pelaksanaan digital ekonomi).

Tahun 2017 Indonesia akan menghadapi tantangan domestik dan eksternal. Kepastian perekonomian eksternal pun masih rendah, dan saat ini dunia masih menunggu kebijakan Amerika dan China sebagai dua negara yang menguasai perekonomian dunia. Tren bisnis ke depan diantaranya infrastruktur, kawasan industri, dan manufaktur merupakan sebuah nilai tambah bagi Krakatau Steel Group yang banyak bergerak di semua aspek tersebut. Hal yang perlu diwaspadai adalah adanya kemungkinan diberlakukannya ketentuan impor gas di tahun 2019 yang menjadi resiko bisnis Krakatau Steel Group ke depan. Dalam penutupan acara ini, Direktur Keuangan menambahkan arahan Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan pada acara Executive Leadership Program BUMN, diantaranya adalah harus menumbuhkan optimistis akan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1% di tahun 2017, tidak boleh terjebak dalam rutinitas yang monoton dan meninggalkan comfort zone, selain itu juga harus ekstra kerja keras karena persaingan akan berubah serta transformasi digital diperlukan dalam hal ini. Pembentukan holding BUMN pun nantinya diharapkan dapat lebih mengoptimalkan kinerja BUMN ke depan, dan BUMN diarahkan untuk mengembangkan UKM di daerah-daerah. Terakhir, disebutkan bahwa perusahaan yang baik adalah perusahaan yang melakukan Good Governance. Sebagai sosok yang penting dalam pemangku perusahaan, diharapkan semua yang berada dalam posisi tersebut dapat memberikan yang terbaik bagi perusahaannya agar ke depan bisa lebih baik lagi dan memberikan manfaat bagi semua. (WI)

 Dilihat : 5125 kali