14 Dessember 2016
INDUSTRI BAJA - Klaster 10 Juta Ton Terus Dibangun

CILEGON, Banten — Pengembangan yang sudah berlangsung di klaster industri baja Cilegon ditargetkan mendongkrak kapasitas produksi baja menjadi 7,5 juta ton pada 2020.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Sukandar, menegaskan proses pengembangan Klaster industri baja 10 juta ton terus bergulir.

“Hari ini kombinasi antara kapasitas KS dan PT Krakatau Posco [dirolling] itu sudah kira-kira 4,5 juta ton. Pada awal 2020 kira-kira sudah 7,5 juta ton,” katanya, pekan lalu.

Sukandar memaparkan, tambahan kapasitas berasal dari pabrik baja canai panas baru milik KS yang dibangun bersebelahan dengan pabrik baja Krakatau Posco.

Pabrik senilai US$460 juta tersebut rencananya rampung pada 2019 dengan kapasitas produksi baja lembaran sebanyak 1,5 juta ton per tahun yang bisa dikembangkan hingga 3 juta ton.

“Kapasitasnya 1,5 juta ton tapi expandable sampai 3 juta ton. Semua sudah disiapkan, trafo listrik misalnya, dipasang dengan goal agar bisa langsung [ditingkatkan] menjadi 3 juta ton,” kata Sukandar.

KS juga berencana meningkatkan kapasitas produksi baja canai dingin untuk mengimbangi rencana kenaikan produksi baja canai panas. Saat ini kapasitas produksi pabrik baja canai dingin mencapal 850.000 ton.

KS sedang dalam proses tender untuk pembangunan fasilitas produksi dual-reversing mill berkapasitas 500.000 ton dan sedang bernegosiasi dengan Posco untuk membangun pabrik baja canai dingin berkapasitas 1,2 juta ton. “Pengembangan 10 juta ton sudah dimulai,” kata Sukandar.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Krakatau Posco Min Kyung Zoon mengatakan pabrik baja Krakatau Posco saat ini beroperasi pada kapasitas penuh 3 juta ton per tahun.

Krakatau Posco kini menjadi satu-satunya produsen baja di Indonesia setelah KS terpaksa menghentikan produksi baja di pabrik electric arc furnace mereka karena harga gas yang tinggi.

Perusahaan patungan Indonesia Korea Selatan tersebut memasok slab sebagai bahan baku produksi KS, produsen baja lain di Tanah Air, dan ke beberapa pabrik di luar negeri.

Selain itu, Krakatau Posco memproduksi plat baja dalam berbagai dimensi untuk bahan baku konstruksi dan industri perkapalan. Plat baja produksi Krakatau Posco diekspor ke negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Eropa.

“Sudah tiga tahun sejak kami mulai beroperasi. Pada awalnya, memang ada beberapa kendala tetapi kini kami berproduksi dalam kapasitas penuh, 3 juta ton. Artinya seluruh produksi baja Indonesia,”kata Min. (Demiz Rlzky Gosta)

sumber : Bisnis Indonesia, 14 Des 2016

 Dilihat : 3656 kali