31 Oktober 2016
Pertahankan Momentum Pertumbuhan & Perbaikan Kinerja - Volume Penjualan Perseroan Tumbuh 22,25% YoY

Jakarta, 31 Oktober 2016 - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali memperbesar market sharenya di sembilan bulan pertama 2016 (9M-2016) seiring dengan meningkatnya permintaan konsumsi baja domestik. Dalam laporan operasionalnya, volume penjualan Perseroan di 9M2016 tumbuh 22,25% Year-on-Year (YoY) menjadi 1,68 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,37 juta ton. Kenaikan produk baja Perseroan tersebut disumbang oleh HRC yang tumbuh 40,76% menjadi 891 ribu ton, CRC tumbuh 6,49% menjadi 409 ribu ton dan produk pipa baja yang tumbuh 61,38% menjadi 60,3 ribu ton.

Sukandar, Direktur Utama Perseroan, mengatakan tingginya pertumbuhan volume penjualan ini karena meningkatnya konsumsi baja domestik sebagai dampak dari proyek-proyek infrastruktur yang digenjot pemerintah dan upaya pemerintah dalam melindungi baja lokal.

“Jadi ini imbas dari proyek infrastruktur yang sedang digenjot pemerintah, dan di bulan Oktober ini kami telah menandatangani kontrak untuk memasok kebutuhan baja profil (besi siku) untuk proyek tower transmisi listrik PLN 46.000 KMS (kilometer sirkit). Kebutuhannya mencapai 789.000 ton dalam 4 tahun kedepan. Selama 4 tahun ke depan, PLN akan membangun rata-rata 10.000 unit tower per tahun untuk tower transmisi 70 KV hingga 500 KV. Untuk periode awal, mulai November 2016 s/d November 2017, akan dibangun 9.085 unit tower yang mayoritas untuk tower transmisi 70 KV dan 150 KV yang membutuhkan 100.000 ton besi siku. Disamping kebutuhan besi siku, dalam pembuatan tower dibutuhkan juga plat baja sekitar 10% dari kebutuhan besi siku. Disini kita melihat komitmen pemerintah dalam menggunakan produk baja lokal untuk memenuhi kebutuhan baja proyek pemerintah,” ujar Sukandar.

Sukandar menambahkan, Perseroan optimis permintaan baja domestik akan terus meningkat. Dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas, Perseroan telah melakukan ground breaking HSM#2 pada Agustus 2016. “Pabrik HSM#2 akan meningkatkan kapasitas produksi HRC sebanyak 1,5 juta ton per tahun dan akan mulai beroperasi pada pertengahan 2019. Saat ini sedang diselesaikan pemasangan tiang pancang untuk pondasi HSM#2. Perseroan juga telah memulai proses basic engineering yang ditargetkan selesai pada awal 2017,” papar Sukandar.

Selain penambahan kapasitas, Perseroan juga melakukan program efisiensi dengan membangun pabrik Blast Furnace Complex. Coke Oven Plant dari Blast Furnace Complex telah dipanaskan pada Juli lalu. Dijadwalkan Blast Furnace akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2016. Dengan beroperasinya pabrik ini, biaya produksi baja lembaran panas Perseroan diharapkan dapat turun hingga USD58,2/ton.

Kinerja Keuangan

Peningkatan volume penjualan Perseroan berimbas terhadap kinerja keuangan. Laba kotor Perseroan di 9M-2016 tercatat sebesar USD138 juta naik signifikan dibandingkan priode yang sama tahun lalu yang masih membukukan rugi kotor USD20,89 juta. Begitu juga dengan laba operasi Perseroan yang tercatat sebesar USD28,8 juta meningkat dibandingkan kondisi priode yang sama tahun lalu yang masih mencatatkan rugi operasional sebesar USD118,34 juta. Perbaikan pada laba operasional tersebut membuat EBITDA Perseroan di 9M-2016 meningkat menjadi positif USD96,92 juta dari sebelumnya negatif USD69,19 juta.

Direktur Keuangan Perseroan, Tambok P. Setyawati, menyatakan bahwa Perseroan cukup berhasil dalam upaya menurunkan beban pokok penjualan, hal ini terlihat dengan penurunan beban pokok penjualan 16,76% (YoY) di 9M-2016. “Kedepan, dengan rencana penurunan harga gas oleh pemerintah dan proyek Blast Furnace serta pembangunan pembangkit listrik yang lebih efisien, penurunan biaya produksi akan mendongkrak pertumbuhan laba kami,” ujar Tambok.

Perbaikan juga terjadi pada bottom line, rugi bersih Perseroan di 9M-2016 mengalami penurunan 28,42% dari USD160,24 juta menjadi USD114,70 juta. Entitas asosiasi di kuartal III (Jul-September) mulai membukukan laba, ini juga yang membuat rugi bersih Perseroan di 9M-2016 bisa turun signifikan.

“Meningkatnya permintaan baja domestik oleh program proyek infrastruktur pemerintah menjadi momen yang sangat baik bagi kami, ketika disaat bersamaan kami melakukan efisiensi biaya produksi melalui Blast Furnace, pembangunan pembangkit listrik dan dari rencana pemerintah untuk menurunkan harga gas industri,” tutup Tambok.

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

Unduh Profile Perusahaan

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) adalah BUMN yang bergerak di industri baja terpadu dan memiliki diversivikasi bisnis melalui 11 anak usaha dan 15 perusahaan asosiasi yang berdiri areal lahan seluas ±2.700 ha.

KRAS memiliki kapasitas 3,15 juta ton dengan produk yang dihasilkan berupa baja lembaran panas (Hot Rolled Coil), baja lembaran dingin (Cold Rolled Coil), baja batang kawat (Wire Rod), baja tulangan (Steel Bar), baja profil (Steel Section), pipa baja (Steel Pipe) dan lainnya.

 Dilihat : 4461 kali