28 Oktober 2016
BAJA MENARA TRANSMISI-KRAS Incar Rp. 6,5 Triliun

Cilegon – PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS) bakal memasok 90% kebutuhan baja untuk pabrik tower nasional yang nilainya bisa mencapai Rp. 6,5 triliun untuk jangka waktu 4 tahun.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk. Sukandar mengatakan perusahaannya melakukan pengiriman perdana baja profil dalam bentuk besi siku untuk tower proyek transmisi 46.000 kilometer sirkit (KMS).

“Kebutuhan baja untuk proyek transmisi ini mencapai 798.000 ton untuk 4 tahun ke depan. Lebih dari 90% [Baja] dipasok oleh kami,” ujarnya, Rabu (26/10).

Nantinya, baja profil ini dipasok dari anak usahanya yaitu PT Krakatau Wajatama yang kapasitasnya mencapai 150.000 ton dengan tambahan dari PT Krakatau Osaka Steel yang beroperasi pada tahun depan dengan kapasitas 500.000 ton per tahun.

Hingga akhir tahun, perusahaan akan mengirim 100.000 ton besi siku dengan nilai Rp. 800 miliar. Untuk periode awal, mulai November 2016-November 2017 akan dibangun 9.085 unit tower.

Saat ini PLN telah menunjuk 14 pabrik tower untuk mendukung program 35.000 megawatt. PLN ditargetkan akan membangun rata-rata 10.000 unit menara per tahun untuk tower transmisi 70 kilovolt-500 kilovolt.

“Pengiriman perdana besi siku ini ditunjuk ke empat pabrikan tower nasional, yaitu PT Bukaka Teknik Utama, PT Armindo Catur Pratama, PT Karunia Berca Indonesia dan PT Karya Logam Agung,” paparnya.

Untuk bahan baku besi siku, Krakatau Wajatama 100% menggunakan billet yang diproduksi oleh Krakatau Steel yang saat ini berkapasitas 650.000 ton.

Direktur Komersial PT Krakatau Wajatama Akmaludin mengatakan perusahaannya akan mensuplai baja siku kecil sampai sedang, sementara untuk yang ukuran besar akan disuplai oleh PT Gunung Garuda.

“Untuk memenuhi kebutuhan 9.085 tower tersebut kami mensuplai sekitar 10.000 ton-15.000 ton per bulan jadi masih dibawah kapasitas kami. Apalagi kapastitas baja siku nasional sekitar 950.000 ton, sementara kebutuhan untuk fabrikator hanya 200.000 ton,” terangnya.

JAMIN PASOKAN

Dalam enam bulan ke depan, Krakatau Wajatama berkomitmen untuk menjamin pasokan besi siku dengan harga tetap yang mengacu pada peraturan Menteri Perindustrian No. 15/M-IND/PER/3/2016 tentang standar spesifikasi dan standar harga tower transmisi dan konduktor produk dalam negeri dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Ketua Asosiasi Pabrikan Tower Indonesia Saptiastuti Hapsari mengatakan nilai pasar tower hingga 2017 dengan membangun sekitar 9.085 bakal mencapai Rp. 2,7 triliun. Dengan adanya kerjasama tesebut, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Tower Nasional sudah mencapai 70%.

“Angka itu diperoleh dengan estimasi 9.000 tower diratakan volumenya 15 ton, sementara harganya 20.000 per kilo. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap tergantung kesiapan lahan disana,” ujarnya.

Pembangunan tower tersebut akan dilakukan diseluruh Indonesia, dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi.

Terkait dengan harga gas, emiten berkode KRAS tersebut tengah dibebani biaya gas sekitar US$7,3 – US$9 per MMBtu. Hal itu diklain telah membuat perusahaan menghentikan pabrik hulu yang memproduksi bahan baku berupa slab dan billet sehingga mengalihkannya dengan produk impor.

Padahal kebutuhan billet perusahaan mencapai 1.1 juta ton per tahun.

“Kalau harga gas US$3 per MMBtu kami bisa memproduksi slab dan billet sampai 2,5 juta ton. Jadi bisa menghemat devisa US$1,5 milyar. Namun karna harga gas mahal akhirnya pabrik hulu kami tutup,” ujar Sukandar.

Dia mengatakan komponen gas membebani 51% ke dalam biaya produksi.

Hingga akhir tahun, perusahaan akan mengirim 100.000 ton besi siku dengan nilai Rp. 800 milyar. Untuk periode awal, mulai November 2016-November 2017 akan dibangun 9.085 unit tower.

sumber : Bisnis Indonesia

 Dilihat : 5057 kali