18 Oktober 2016
KEAMANAN KONSTRUKSI - SNI Wajib Baja Ditarget Rampung Akhir 2016

JAKARTA — Penyusunan standar nasional Indonesia untuk produk baja ringan ditargetkan rampung pada akhir tahun.

Direktur Hubungan Pemerintah, Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA), Lucia Karina, mengatakan pelaku usaha industri baja ringan mengajukan rancangan standar nasional Indonesia (SNI) untuk produk baja ringan.

Rancangan SNI tersebut saat ini berada dalam tahap pembahasan teknis soal masukan dari pelaku industri dan ditargetkan selesai pada akhir tahun.

“Judul SNI-nya masih terkait dengan bentuk dan ukuran profil baja ringan. Target selesai akhir tahun,” kata Lucia kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Basso Datu Makhanap dan Komite Standar dan Sertifikasi IISA menjelaskan SNI bagi baja ringan sangat mendesak karena penggunaan produk tersebut semakin meluas di masyarakat.

Dia mengatakan mayoritas proyek konstruksi rumah dan gudang di kota-kota besar saat ini menggunakan fondasi baja ringan sebagai pengganti fondasi kayu.

Pemerintah, jelasnya, tidak mungkin bisa mengawasi seluruh kelaikan proses konstruksi tersebut apalagi proyek konstruksi rumah. SNI bagi produk baja ringan diharapkan bisa menjamin kekuatan konstruksi rumah dan memastikan keselamatan masyarakat luas.

“Baja ringan untuk atap, misalnya, kalau tidak ada standarnya, suka seenaknya orang buat. Standar itu gunanya untuk keselamatan,” kata Basso.

Dia menambahkan produsen baja dan pemerintah saat ini juga sedang dalam proses membuat revisi atas SNI wajib bagi produk baja tulangan beton. SNI Wajib yang berlaku saat ini adalah SNI terbitan 2002.

Produsen baja dan pemerintah menilai perkembangan proyek konstruksi mengharuskan perubahan spesifikasi dalam SNI. Perubahan paling besar, Ianjutnya, adalah peningkatan jumlah bangunan tinggi atau high-rise building.

Bangunan berukuran tinggi dinilai membutuhkan standar baja tulangan beton yang lebih kuat dibandingkan standar SNI 2002.

“Pada 2002 highrise building belum banyak. Sekarang sudah banyak. Perubahannya ada pada diamater dan kekuatannya,” katanya.

Basso mengatakan SNI Pengganti SNI baja tulangan beton 2002 masih dalam proses penyusunan. SNI yang baru nantinya akan diwajibkan melalui penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian.

Situs Badan Standardisasi Nasional menyatakan ada tiga SNI terkait baja tulangan beton yang berlaku wajib yaitu SNI berjudul baja tulangan beton hasil Canai panas ulang, SNI berjudul baja tulangan beton, dan SNI berjudul baja tulangan beton dalam bentuk gulungan.

Pewajiban SNI tersebut diatur oleh Peraturan Menteri Perindustrian no.37/2012 tentang Pemberlakuan SNI Baja Tulangan Beton Secara Wajib.

(Demis Rizky Gosta)

sumber : Bisnis Indonesia

 Dilihat : 4106 kali