11 Oktober 2016
Industri Minyak dan Gas Masih Lesu, KHI Pipe Menggali Peluang Infrastruktur

Industri Minyak dan Gas Masih Lesu, KHI Pipe Menggali Peluang Infrastruktur

JAKARTA. PT KHI Pipe Industries memprediksi, bisnis minyak dan gas (migas) belum bisa diharapkan hingga tahun depan. Makanya, tahun depan anak perusahaan PT Krakatau Steel Tbk itu akan mempertahankanpencapaian kontribusi dan proyek infrastruktur pemerintah tahun ini yang mencapai 60%- 70%.

Saat ini KHI Pipe tengah membidik pengadaan pipa sejumlah proyek pelabuhan dan bandar udara (bandara) di Sumatera, Jawa serta Indonesia bagian timur. Meski nilai kontrak tak sebesar proyek migas, perusahaan cukup lega kontrak infrastruktur mampu menggerakkan roda produksi pabrik di Cilegon, Banten.

Selain proyek infrastruktur pemerintah, KHI Pipe akan mengail pasar ekspor. Asaltahu, sepanjang tahun ini belum ada satu pun catatan penjualan ekspor. “Tahun depan kami mencoba ekspor negara ke kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura,” ujar Direktur Utama PT KHI Pipe Industries Purwono Widodo, saat dihubungi KONTAN, Senin (10/10).

Selain dua upaya itu, KHI Pipe tak bisa berbuat banyak menghadapi lesu bisnis pipa migas. Namun, perseroan tetap berburu kontrak. Saat ini, KHI Pipe menanti kabar pemenang tender pipa gas Grissik-Pusri dan Pertamina Gas (Pertagas). Pipa gas sepanjang 160 km itu butuh 30.000 ton pipa.

Pekan ini adalah tahap penentuan harga. Sebagai penawar harga terendah, KHI Pipe optimistis terpilih sebagai pemenang tender. Perusahaan bahkan sudah memperkirakan waktu pengiriman. Separuh volume kontrak pipa akan dikirim pada November-Desember 2016. Lalu, separuhnya lagi dikirim tahun depan.

Selain tender pipa Pertagas, KHI Pipe sedang mengikuti tender engineering, pn)curement and çonstruction (EPC) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Kalimantan. Nilai tender tersebut lebth kedil ketimbangtender pipa Pertagas.

Selebihnya, belum ada tender proyek pipa migas bernilai jumbo yang bisa diperebutkan. Tak terkecuali, proyek pipa baja proyek migas Blok Masela di Maluku Selatan yang kemungkinan butuh 320.000 ton baja. KHI Pipe memprediksi, tender proyek itu baru akan tiga sampai lima tahun lagi.

Tahun ini, KHI Pipe menargetkan penjualan 131.000 ton pipa. Target itu separuh lebih dan kapasitas produksi pabrik sebanyak 250.000 ton per tahun.

KHI Pipe mengaku sudah memenuhi 60% target penjualan. “Kondisi harga minyak meinbuat perusahaan Chevron, Total berhenti investasi sehingga berdampak ke penjualan pipa migas,’ terang Purwono.

Eldo Christotfel Rafael

sumber: koran kontan

 Dilihat : 4715 kali