15 Agustus 2016
Dukungan Kemenperin Tekan Impor Baja dan Perpanjangan LTSA PT Sunrise Steel

Dukungan Kemenperin Tekan Impor Baja dan Perpanjangan LTSA PT Sunrise Steel-1.jpgKementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sekitar 40% dari total kebutuhan baja nasional dipasok dari baja impor. Melihat tingginya ketergantungan impor, Kemenperin pun mengeluarkan beberapa langkah, termasuk mendorong produksi baja dalam negeri. "Tugas pemerintah sudah pasti memaksimalkan produksi dalam negeri untuk mengurangi impor aja," kata Direktur Jenderal Industri Logal, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan. Di sela acara diskusi Optimalisasi Penggunaan Produk-Produk Dalam Negeri Baja Lapis Alumunium-Seng di Surabaya, yang juga acara penandatanganan Long Term Supply Agreement (LTSA) untuk periode 2016-2017 antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Sunrise Steel.

Acara LTSA ini dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. diwakili oleh Direktur Pemasaran Dadang Danusiri dan PT Sunrise Steel diwakili oleh Presiden Direktur Henry Setiawan. Dalam Acara penandatangan ini juga dihadiri & disaksikan oleh Dirjen ILMATE Kementrian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan dan Kepala Dinas perindustrian & Perdagangan Provinsi Jawa Timur Moch. Ardi. Turut Perwakilan dari PT Krakatau Steel Manager SA-3 Bambang Tri Basuki, Kepala Cabang Surabaya Noor Sudrajat serta Senior Strategic Account Galvanized & Galvalum Industry Handa Bagus Putra. Sedangkan perwakilan dari PT Sunrise Steel adalah Teddy Limanto Selaku Sales & Marketing Manager dan Dedi selaku Kepala Pabrik.

Penandatanganan ini merupakan pembaharuan dari perjanjian LTSA yang lalu. Acara lainnya seminar mengenai implementasi dan optimalisasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang berjudul “Kemampuan Pasok Industri Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) Dalam Negeri Terhadap Kebutuhan Barang/Jasa Dalam Negeri”. Turut hadir dalam acara ini Disperindag di tingkat kabupaten Seprovinsi Jawa Timur serta Badan Usaha Milik Negara se-Jawa Timur serta rekan-rekan media cetak & elektronik.

Henry Setiawan dari PT Sunrise Steel menyampaikan perasaan bahagia dan bangga kerja-sama ini dapat berjalan dengan baik. Pesan utama yang disampaikan adalah PT Krakatau Steel dan PT Sunrise Steel akan sama-sama bekerja bersama dalam pemenuhan kebutuhan material Galvalum di dalam negeri serta memerangi bentuk praktek kecurangan material Galvalum import yang merugikan produsen Galvalum serta Rakyat Indonesia.

Dalam sambutannya Direktur Pemasaran PT KS menyampaikan terima kasih dan harapan dengan adanya LTSA yang telah memasuki periode ke 2 dapat meningkatkan volume penjualan material baja (Galvalum) ke PT Sunrise Steel hingga mencapai 50% dari total kapasitas produksi (setara dengan 4.000 MT/bulan). Dengan demikian LTSA ini semakin membuka peluang bagi PT Krakatau Steel untuk menjadi pilihan utama produsen dalam membeli seluruh kebutuhan serta menggeser porsi kompetitor impor lainnya. Setelah penandatangan dalam rangka HUT PT Krakatau Steel ke 46 di Bulan Agustus 2016 diberikan plakat kepada PT Sunrise Steel atas apresiasi setinggi-tingginya dalam membeli produk PT KS.

Dalam sambutannya juga Dirjen ILMATE Kementrian Perindustrian mengucapkan terima kasih atas undangan hari ini serta mengapresiasi kerja-sama antara PT KS & PT Sunrise Steel dalam upaya penggunaan produk dalam negeri sesuai dengan program pemerintah RI. (HBP)

 Dilihat : 4647 kali