25 Mei 2016
SEKTOR BAJA - Konsumsi Bakal Naik Tipis

Bisnis Indonesia, 25 Mei 2016

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memprediksi konsumsi baja pada semester 1/2016 akan naik tipis, yaitu sekitar 300 juta ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian Budi Irmawan mengatakan pertumbuhan konsumsi baja akan meningkat meski tipis menjadi 7,5 juta ton pada semester 1/2016 yang sebelumnya sebesar 7,3 juta ton di semester 1/2015.

“Untuk konsumsi baja semester I tahun ini, saya kira akan Iebih baik meski masih mirip yaitu menjadi 7,5 juta ton-7,7 juta ton. Apalagi harusnya peningkatan itu juga mengikuti peningkatan infrastruktur pemerintah. Impor juga otomatis meningkat,” katanya pada Bisnis, Senin (23/5).

Namun, dia kurang yakin dengan pertumbuhan industri domestik mengingat adanya pengetatan anggaran pemerintah. Bahkan dia mengatakan trennya stagnan, seperti prediksi pertumbuhan baja dunia yang hanya sebesar 0,7%.

Dia menjelaskan target penyerapan baja dalam negeri untuk proyek infrastruktur pemerintah sejaIan dengan belanja dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Untuk lelang baja konstruksi sudah berjaIan dan mestinya untuk beberapa produk sudah ada pemenangnya. Asal harga baja terjangkau dan belanjanya cepat, dampaknya akan segera terasa,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada April lalu impor barang dari besi dan baja mengalami kenaikan sebesar 34,59% dari bulan sebelumnya. Hal tersebut menandakan konsumsi industri mulai meningkat.

“Memang sudah ada beberapa industri yang melakukan perluasan, tapi kalau industri bahan baku baja, saya kira bakal berat karena paling tidak butuh dua tahun. Paling tidak industri harus meningkatkan utilitas sampai 80%, apalagi harga sekarang sudah naik,”ujarnya.

Kapasitas terpasang industri baja lokal saat ini mencapal 6 juta ton sampal 7 juta ton, yang terbagi menjadi crude steel sebesar 4 juta ton dan turunannya bisa menjadi produk yang volumenya bisa mencapai 23 juta ton.

Dengan adanya rencana investasi yang dilakukan Krakatau Posco yang akan merambah produk turunan hot rolled coiled (HRC) dan cold rolled coiled (CRC) belum akan terasa dampaknya karena masih harus menunggu tahun depan. (Nindya AldiIa)

 Dilihat : 5249 kali