02 Mei 2016
Kinerja Perseroan Membaik, Volume Penjualan Meningkat 32,3%

Upaya manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam menghadapi kondisi pasar baja yang terus menantang mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penjualan pada kuartal 1 2016 ini, dimana Perseroan berhasil membukukan kenaikan penjualan sebesar 32,3% menjadi 572.540 ton dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (year on year/YoY kuartal 1 2015), yakni sebesar 432.579 ton.

Kenaikan volume penjualan ini diperoleh dari penjualan hot rolled coil atau baja lembaran panas gulungan sebesar 292.209 ton atau 53,2%, baja kawat gulungan naik menjadi 52.747 ton atau meningkat 59,8%, dan baja profil naik menjadi 19.643 ton atau meningkat 40,2%.

Selain itu, Perseroan juga mencatatkan kenaikan laba kotor menjadi USD42,5 juta pada kuartal 1 2016 ini YoY dari yang sebelumnya hanya USD3 juta di kuartal 1 2015. Dengan kenaikan signifikan laba kotor ini, Perseroan berhasil memperoleh laba operasi sebesar USD7,6 juta pada kuartal 1 2016 dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mengalami kerugian sebesar USD29,6 juta.

Meskipun mengalami perbaikan dalam sisi volume penjualan, namun harga jual masih rendah. Tercatat Perseroan mengalami penurunan harga jual sebesar 25,8% hingga 34,2%. Direktur Utama PTKS Sukandar mengatakan, harga baja global masih sangat rendah sebagai dampak dari kelebihan suplai baja dunia selama satu tahun terakhir.

“Harga ekspor baja HRC Cina sempat mengalami rebound atau kenaikan, yang mendorong kenaikan harga baja di domestik, namun kenaikan tersebut tidak berlangsung lama karena pasar baja kembali melemah”, kata Sukandar.

Namun demikian, Perseroan tetap terus optimis mengingat harga baja Cina kini mengalami kenaikan sebesar USD25 per ton. Platts SBB dalam laporannya pada beberapa waktu yang lalu, mengutip pernyataan trader di China bahwa pasar baja China saat ini sangat didominasi oleh pasar finansial, yang memberikan proyeksi menguatnya harga domestik China dan telah diterima oleh pasar. Hal ini pada gilirannya akan menyebabkan pasar ekspor menjadi terhambat. Beberapa mill China dilaporkan telah menerima full booking untuk pengiriman bulan Juni di harga US$430-440 per ton FOB, dan bahkan untuk grade rerolling SAE 1006 dilaporkan telah ada transaksi di harga US$450 per ton FOB. Dengan keyakinan bahwa harga masih akan terus meningkat banyak mill China pekan ini telah mulai membuka harga untuk pengiriman bulan Juli dengan penawaran mulai USS450 per ton.

China Iron & Steel Association (CISA) memperkirakan akan terus meningkat memasuki musim panas yang menggerakan banyak sektor perekonomian, di samping karena upaya pemerintah pusat China yang terus menstabilkan perekonomian China.

Sukandar menambahkan Perseroan juga terus menggenjot upaya peningkatan daya saing biaya terutama industri baja hulu, dengan menyelesaikan pembangunan pabrik Blast Furnace berkapasitas 1,2 juta ton yang akan tuntas pada akhir tahun 2016 ini.

Selain itu, pengembangan bisnis inti dengan mendirikan pabrik HSM#2 dengan kapasitas produksi baja lembaran panas sebesar 1,5 juta ton per tahun yang akan beroperasi pada kuartal 1 2019, pembangunan pabrik baja tulangan dan profil melalui perusahaan Joint Venture PT Krakatau Osaka Steel/PTKOS berkapasitas 500 ribu ton pertahun yang akan mulai beroperasi pada akhir 2016.

Selanjutnya pengembangan industri hilir yang bernilai tambah tinggi melalui perusahaan Joint Venture PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) guna memproduksi baja lapis galvanis untuk otomotif. Saat ini progress pembangunan pabrik berkapasitas 500 ribu ton per tahun tersebut sudah mencapai 26,2% dan ditargetkan selesai pada triwulan III 2017.

Hal lain yang dilakukan adalah meningkatkan bisnis non baja yang mencakup peningkatan kapasitas pasokan air baku industri yang akan bertambah 750 liter/detik sehingga menjadi total 2.550 liter/detik yang pembangunannya ditargetkan selesai pada akhir 2016. Perluasan kawasan industri dengan melakukan landbanking juga terus dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya kembali kebutuhan lahan industri di areal kawasan industri Krakatau Industria Estate Cilegon.

Terakhir pengembangan dermaga yang dapat menampung kapal hingga 25 juta ton dan melakukan penjajagan bersama dengan BUMN yang bergerak dibidang pelabuhan untuk melakukan sinergi pengembangan lebihlanjut sebagai bagian upaya merestrukturisasi bisnis guna fokus pada bisnis inti dan mengoptimalkan portofolio bisnis Perseroan.

 Dilihat : 6598 kali