27 November 2007
28 BUMN dilepas tahun depan

JAKARTA: Kementerian BUMN berencana menggelar privatiasi 28 perusahaan milik negara pada tahun depan.
Meneg BUMN Sofyan A. Djalil memastikan akan mengajukan rencana privatisasi tersebut kepada DPR. "Kami akan meminta DPR untuk membahas program privatisasi bagi 28 BUMN," ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan sejumlah perusahaan BUMN siap diprivatisasi termasuk beberapa anak perusahaan BUMN seperti PT KHI Pipe Industri, PT Elnusa, PT Indonesia Power, dan Garuda Maintenance Facility.

"Dalam list privatisasi juga termasuk BUMN yang sudah diusulkan lebih dahulu tetapi belum juga beres. Nanti akan diumumkan lebih lanjut."
Menurut dia, pemerintah mendukung program penawaran saham perdana (initial public offering/lPO) bagi BUMN karena mendorong transparansi. Sebanyak 28 BUMN yang akan diprivatisasi pada 2008 di antaranya PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Krakatau Steel, PT Bank Tabungan Negara, PT Semen Baturaja, PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, dan PT Waskita Karya.Selain itu, PT Djakarta Lloyd, PT Sarinah, PT Industri Sandang, PT Sarana Karya, dan PT INTI.Kementerian BUMN juga berencana menggelar divestasi saham negara minoritas di sejumlah perusahaan yaitu PT Bank Bukopin Tbk, PT JIEP, PT SIER, dan PT Rekayasa Industri.


Jumlah itu belum termasuk sejumlah anak perusahaan BUMN dan eks usulan program "tahunan privatisasi 2007.Sofyan juga mengatakan IPO anak perusahaan PLN, PT Indonesia Power dan PT Pembangkit Jawa Bali akan dilakukan setelah restrukturisasi di perusahaan itu dituntaskan. "Indonesia Power masih perlu beberapa restrukturisasi dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus mereka selesaikan.""Akan banyak nanti yang diprivatisasi 2008 termasuk Elnusa (anak perusahaan Pertamina) juga masuk dalam program."Metode privatisasi yang dipersiapkan oleh Kementerian BUMN adalah penawaran saham perdana (initial public offering/lPO) atau penjualan strategis (strategicsale).Sofyan mengatakan semakin banyak dana hasil privatisasi yang masuk ke kas perseroan untuk penguatan struktur modal akan berdampak positif bagi entitas bisnis yang bersangkutan.

Sumber : M. MUNIR HAIKAL Bisnis Indonesia

 

 Dilihat : 3050 kali