18 Februari 2016
Krakatau Steel Gandeng SMK, Siapkan SDM Handal

Sebagai bagian dari upaya untuk menyiapkan tenaga kerja ahli dan kompeten, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menjalin kerja sama dengan 25 SMK yang ada di provinsi Banten. Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan para sekolah SMK pada Kamis (18/2) di Gedung Serba Guna Human Capital Development PT KS, Cilegon.

MoU SMK.jpgGeneral Manager Human Capital Planning Development Mujiono Katam menyatakan, Krakatau Steel sebagai salah satu industri di Cilegon ingin berkontribusi terhadap kemajuan untuk dunia pendidikan. “Kita berharap para lulusan SMK bisa terserap oleh dunia industri. Untuk, itu perlu dilakukan link and match (penyesuaian) dengan standar industri. Krakatau Steel akan memberikan fasilitas melalui kerja praktek dan uji sertifikasi kompetensi sesuai dengan bidang industri yang dimiliki oleh kami,” ungkap Mujiono.

Direktur SDM & Pengembangan Usaha PT KS Imam Purwanto menyatakan, sebagai perusahaan yang berkiprah di Banten, tentunya sangat berharap sumber tenaga kerjanya adalah lulusan terbaik dari Banten. “Komposisi tenaga kerja di Krakatau Steel dan Grup, sebagian besarnya adalah lulusan tingkat SLTA, dan setiap tahunnya karyawan yang pensiun mencapai ratusan orang. Dengan demikian kebutuhan tenaga kerja per tahunnya akan terus ada”, ungkap Imam. Ia berharap kerja sama ini dapat lebih ditingkatkan dengan mekanisme penjaringan tenaga kerja yang mumpuni. Sehingga industri akan lebih mudah dalam mencari calon tenaga kerja yang sudah siap.

Poin penting dalam nota kesepahaman ini adalah, PT Krakatau Steel akan memberikan pembinaan dalam membantu meningkatkan keahlian siswa, dan pembinaan bagi tenaga pendidik dan siswa

Kasie Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Banten Didin Sihabudin mengatakan, untuk memenuhi persyaratan uji kompetensi siswa, memang sekolah perlu menjalin kerja sama dengan industri. Melalui kegiatan seperti ini, persiapan tenaga kerja yang siap kerja akan semakin baik.

“Selain itu, peralatan praktek dan perangkatnya yang ada di SMK perlu di-upgrade. Untuk hal ini, dinas pendidikan pemerintah provinsi banten telah menyiapkan anggarannya. Namun, pihak sekolah juga diharapkan untuk tetap melakukan kerja sama dengan indusri untuk lebih mendapatkan pengalaman industri. Semoga kerja sama ini juga bisa diikuti oleh SMK-SMK yang lain yang ada di Banten,” ungkap Didin.

Perwakilan SMK 1 Malimping Cepi menyatakan apresiasinya atas kegiatan ini. Ia berharap nota kesepahaman ini bisa ditingkatkan kepada tahapan yang selanjutnya di lapangan. “Sudah enam siswa lulusan kami yang bekerja di Krakatau Steel, program ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk kegiatan penyaluran tenaga kerja dari lulusan SMK”, ujarnya.

 Dilihat : 7788 kali