27 Januari 2016
Baja Indonesia Bebas Masuk Malaysia

sumber : Koran Tempo, 27 Januari 2016

Kesempatan Memperbesar Pangsa Pasar Ekspor

Produk baja Indonesia jenis hot rolled coilds (HRC) kini bisa masuk ke pasar Malaysia. Perluasan akses pasar itu diperoleh setelah pemerintah Negeri Jiran menyetop penyelidikan untuk tindakan pengamanan (safetyguard). Mereka menilai baja Indonesia tidak mengganggu produk dalam negeri.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan , Karyanto Suprih , menjelaskan , Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri (MITI) Malaysia sebagai otoritas yang menangani penyelidikan safetyguard telah melakukan kajian.

Hasilnya, “Dinyatakan tidak ditemukan kerugian atau ancaman kerugian yang diakibatkan produk impor selama periode penyelidikan,” kata dia di Jakarta kemarin.

Menurut Karyanto, keputusan tersebut diumumkan dalam Notice of Negative Preliminary Determination pada 6 Januari lalu. Penyelidikan safeguard atas HRC Indonesia dimulai sejak 7 September 2015 atas permohonan dari salah satu produsen baja terbesar di Malaysia, Megasteel Sdn.Bhd. Investigasi itu dilatar belakangi dugaan adanya kerugian industri domestik akibat lonjakan impor produk HRC. Produk yang diselidiki diklasifikasikan dalam kode HS 7208.36.000; 7208.37.000; 7208.38.000; 720.39.200; 7208.39.900; 7225.30.000.

Karyanto berharap penghentian penyelidikan safetyguard tersebut mampu memperbesar pangsa pasar ekspor HRC Indonesia ke negara tetangga itu. Pada 2014, pangsa pasar ekspor HRC Indonesia ke Malaysia tercatat 6,1 persen dari total impor Malaysia.

Kementerian Perdagangan mencatat ekspor komoditas ini terus meningkat sejak 2012 hingga 2014, yakni tumbuh 194,5 persen.

“Penghentian ini merupakan bagi para eksportir produsen HRC Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspor,” Karyanto menambahkan.

Di Filipina, produk steel angle bars Indonesia bebas dari pengenaaan (safetyguard duty) Pengecualian diberikan karena porsi impor produk steel angle bars kurang dari 3 persen. Berdasarkan Agreement on Safeguards World Trade Organization artikel 9.1, Negara berkembang dengan porsi impor dibawah 3 persen dapat dikecualikan dari penerapan kebijakan safeguard duty . Notifikasi keputusan final atas perpanjangan kedua penerapan safeguard duty terhadap produk steel angle bars tersebut secara resmi dikeluarkan pada Juli tahun lalu.

 Dilihat : 4102 kali