29 Dessember 2015
Pelanggaran SNI Besi Baja Ditindak Tegas

sumber : Koran Sindo, 29 Desember 2015

Jakarta-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menindak tegas produsen dan importir produk besi baja yang tidak memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronik Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, saat ini pasokan produk baja dari China membanjiri pasar.Hal ini akibat melemahnya perekonomian global sehingga pasokan baja dari China tidak terserap.

"Mereka mengalami kelebihan kapasitas yang sangat besar sehingga harus diantisipasi agar tidak membanjiri pasar dalam negeri. Kita perlu melakukan penerapan SNI. Kami sudah perintahkan untuk melakukan tindakan tegas kalau ada pelanggaran SNI,"katanya di Jakarta baru-baru ini.

Menurutnya, saat ini banyak ditemukan pelanggaran SNI yang sudah melampaui batas sehingga perlu tindakan tegas. Apabila perusahaan baja sudah diberi peringatan dua kali, namun tetap melakukan pelanggaran, produksinya akan dibekukan hingga tiga bulan.

"Harus diperbaiki dulu proses produksinya. Kalau dia importir, dari Kementerian Perdagangan akan mencabut izin impornya,"Jelasnya.

Putu melanjutkan, tindakan tegas ini harus dilakukan di samping mengapresiasi kepada industri yang telah mengikuti aturan serta mencegah banjirnya produk dari luar negeri.

"Kita harus menegur kemudian membina karena tugas kita menjaga daya saing industri. Kami terus mengupayakan agar daya saing dari industri dan peningkatan ekspor menjadi prioritas kami,"ungkapnya.

Saat ini kondisi industri baja nasional menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun. Tercatat ada 352 perusahaan industri baja nasional yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Perusahaan-perusahaan itu menyerap tenaga kerja sebanyak 200.000 orang dengan kapasitas produksi mencapai 14 juta ton per tahun.

Sementara itu, ekspor baja pada 2014 mencapai USD2,23 miliar atau naik 16,91% dibandingkan tahun sebelumnya senilai USD1,91 miliar. Sedangkan nilai impor baja tahun lalu tercatat USD12,58 miliar, turun 0,19% dibandingkan 2013 senilai USD12,6 miliar.

Di sisi lain, kebutuhan baja domestik terus meningkat dari 7,4 juta ton pada 2009 menjadi 12,7 juta ton pada 2014 dan diprediksi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, untuk menjaga iklim industri besi baja tetap kondusif, pemerintah telah menerbitkan kebijakan SNI wajib untuk produksi besi baja, tata niaga impor besi atau baja, dan trade remedies.

"Terkait SNI, tentunya kita harus melakukan perlindungan terhadap konsumen. Namun, dalam pelaksanaannya kadang ada juga beberapa pihak yang selalu meminta untuk jangan diterapkan, minta diberikan kesempatan sehingga mereka bisa beradaptasi,"tuturnya.

Selain itu, dalam rangka pengembangan industri besi baja nasional pemerintah telah memberi fasilitas bagi investasi baru maupun perluasan industri berupa pemberian tax holiday dan tax allowance.(Oktiani Endarwati)

 Dilihat : 2563 kali